JP Radar Kediri – Perseteruan soal royalti tengah dialami dua musisi tanah air, yakni Agnes Mo dan Ahmad Dhani.
Diketahui, masalalah ini bermula saat Agnes Mo menyanyikan lagu ciptaan Ari Bias berjudul “Bilang Saja”.
Lagu yang dibawakan Agnes itu diketahui belum memiliki izin dan akhirnya dilaporkan oleh sang pencipta lagu atas dugaan pelanggaran hak cipta.
Hal itu membuat penyanyi Wanita tersebut akhirnya harus membayar denda royalti sebesar Rp1,5 miliar.
Baca Juga: Menanggapi Tren Kabur Aja Dulu, Begini Respon Para Menteri
Perkara ini semakin memanas lantaran Ahmad Dhani turut berkomentar. Menurut bapak empat anak itu, seorang musisi harusnya memahami izin royalti.
Ahmad Dhani menyindir bahkan membandingkan Agnez Mo dengan Ari Lasso, yang menurutnya memahami izin royalti dan tak ragu bersedia membayar royalti sebagai bentuk tenggang rasa.
Hingga akhirnya kemudian Agnez Mo membuat klarifikasi dalam sebuah podcast bersama Deddy Corbuzier.
Di sana, Agnez Mo menceritakan bahwa ia telah berkecimpung di dunia musik sejak berumur 6 tahun, melansir Insert Live.
Baca Juga: Gara-Gara Pakai Jaket Geng Motor, Tiga Remaja di Probolinggo Dikeroyok Sekelompok Pemuda
Pernyataan Agnez Mo dalam podcast tersebut direspons oleh Ahmad Dhani. Ia menimpali dengan menyebut kapan mulai diberlakukannya UU Hak Cipta.
Di unggahan selanjutnya, Ahmad Dhani pun meminta Agnez Mo untuk memahami perbedaan antara mechanical rights dan performing rights.
"Kok belum bisa membedakan antara MECHANICAL RIGHTS dan PERFORMING RIGHTS. Sayang sekali kok berani speak up. Sekali lagi, UU HAK CIPTA dibuat 2014 neng," tulis Ahmad Dhani dikutip dari akun pribadinya @ahmaddhaniofficial.
Melihat hal itu, Agnez Mo menyatakan bahwa kebenaran akan menemukan jalannya serta menyinggung pihak-pihak serakah tentang hak cipta lagu demi kepentingannya sendiri.
Agnez juga menggambarkan masalah tersebut bagai kerja keras petani menanam padi di sawah.
"Berdiri teguh untuk memihak kebenaran yang sesungguhnya memang tidak pernah mudah. Tidak peduli seberapa tepat dan adilnya pendirian kita, akan selalu ada orang-orang yang memilih untuk menyalahpahami dan memelintir kata-kata, bahkan menyerang karakter kita, semua karena keserakahan dan kepentingan mereka pribadi," tulis Agnez Insta-Storynya beberapa waktu lalu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah