Video berdurasi 51 detik yang menunjukkan sejumlah Pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang joget-joget hingga sawer menyawer diatas meja sambal diringi karoke meledak di media sosial.
Beberapa akun dimedia sosial yang ikut mengunggah video para pegawai PUPR tersebutpun dibanjiri dengan komentar pedas.
Gelombang kritik dari warganetpun tidak bisa terelakkan. Komentar yang ditunjukkan oleh warganet berisikan kekesalan serta kekecewaan mereka terkait sikap para ASN yang dianggap tidak ber-etika hingga penggunaan fasilitas negara yang digunakan untuk berpesta dan karoke.
Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas PUPR Kutai Timur, Joni Abdi Setia, memberikan kalrifikasi atas video pegawainya yang beredar dimedia sosial tersebut.
Dia membenarkan bahwa kejadian dalam video tersebut memang terjadi di dalam lingkungan kantor, lebih tepatnya di dalam ruang rapat PUPR.
Joni menjelaskan, bahwa aksi para pegawainya yang terekam dan tersebar dimedia sosial tersebut hanya bentuk hiburan seusai lemburan.
“Sebenarnya ini acara hiburan anak-anak biasa, nyanyi-nyanyi karaoke karena sudah selesai melaksanakan lembur yang memang berminggu-minggu, sehingga menghibur diri dengan nyanyi dan karaoke di ruang rapat,” ujar Joni.
Kepala Dinas PUPR Kutai Timur tersebut menjelaskan, bahwa diakhir tahun 2024, memang para pegawainya melakukkan lembur panjang hingga larut malam untuk menyelesaikan pekerjaan dengan jadwal yang cukup padat.
Sehingga untuk merayakan lemburan dan pekerjaan yang telah rampung, para pegawai tersebutpun menghibur diri diruang rapat PUPR sambil karoke, joget, dan sawer-saweran sesame rekan kerja.
“karena memang sudah larut malam pas selesai lembur, sehingga memang di situ saja tempatnya,” terang Joni, Sabtu (15/2), dikutip dari pojoksatu.id
Meski begitu, Joni akan memberikan teguran serat melakukan pendisiplinan secara internal untuk para pegawainya agar tidak terjadi hal yang sama dimasa mendatang pada senin (17/2) kemarin.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira