Instagram diramaikan dengan tagar #TutWuriEfisiensi dengan caption “Tidak ada generasi emas, karena anggaran pendidikan dipangkas”, pada Jum’at, (14/02/2025).
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kediri, banyak warga net yang sudah merepost tagar itu. Sebagai bentuk penolakan jika efisiensi anggaran berimbas pada biaya pendidikan.
Setidaknya yang merepost adalah para pelajar, mahasiswa, anak muda hingga dewasa.
Logo Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang ” merupakan penghargaan bagi Ki Hajar Dewantara, tokoh yang memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan, seketika langsung berganti nama.
Penekanan ‘efisiensi’ di dalam semboyan tersebut dinilai sebagai bentuk penolakan terhadap pemangkasan anggaran yang dianggap tidak seharusnya merambah ke sektor pendidikan.
Sebelumnya, kebijakan ini disinyalir berdasar dari perintah yang telah dikeluarkan Prabowo Subianto dalam instruksi Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025.
Perintah ini dibuat demi menghemat anggaran negara hingga Rp300,69 triliun, Sejumlah beasiswa Pendidikan seperti Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK-K), Beasiswa Afirmasi Pendidikan TinggI (ADIK), Beasiswa Kerja Sama Negara Berkembang (KNB), serta beasiswa dosen dan tenaga kependidikan akan mengalami pemotongan.
Penulis: Eka Fitria Lusiana
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira