Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mahasiswa Baru Gigit Jari! Imbas Efisiensi Anggaran Pemerintah juga Pangkas Beasiswa Pendidikan

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 13 Februari 2025 | 23:29 WIB
Photo
Photo

Program makan bergizi gratis inisiasi dari Presiden terpilih, Prabowo Subianto mengorbankan anggaran yang cukup besar.

Beberapa pemerintahan sempat terkena dampak efisiensi anggaran, tidak terkecuali Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Perintah efisiensi ini telah dikeluarkan Prabowo Subianto dalam instruksi Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025.

Demi menghemat anggaran negara hingga Rp300,69 triliun, Sejumlah beasiswa Pendidikan seperti Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK-K), Beasiswa Afirmasi Pendidikan TinggI (ADIK), Beasiswa Kerja Sama Negara Berkembang (KNB), serta beasiswa dosen dan tenaga kependidikan akan mengalami pemotongan.

Dalam hal ini, Prof Satryo selaku Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) dalam Rapat Kerja  bersama komisi x DPR RI mengungkapkan bahwa “Beasiswa KIP-K, memiliki pagu awal Rp14,68 triliun namun terkena efisiensi sebesar Rp1,31 tiliun” kata Prof Satryo.

Baca Juga: Apakah Ibu Angkat Boleh Memeluk Anak Angkat Laki-laki?

Selain itu, Beasiswa KNB, Beasiswa Dosen dan Tendik akan terkena efisiensi lebih besar dengan nominal Rp85 miliar dan Rp236 miliar yakni lebih besar 25% dari pagu awal.

Senada dengan itu, Beasiswa BPI dan ADIK juga terkena efisiensi dengan nominal Rp194 miliar dan Rp213 miliar yaitu lebih besar 10% dari pagu awal.

Apabila efisiensi ini tetap dilakukan, maka akan ada beberapa konsekuensi yang menimpa penerima beasiswa, di antaranya:

Beasiswa KIPK

Target 1.040.192 mahasiswa (on going dan mahasiswa baru). Dampak dari efisiensi:

  1. Penerima KIP: sebanyak 663.821 dari 844.174 mahasiswa on going tidak dapat dibayarkan pada tahun 2025.
  2. Ekonomi: Sebanyak 663.821 Masyarakat Penerima KIP-K terancam tidak dapat melanjutkan kuliah.
  3. Penerima KIP: ditiadakannya Penerimaan Mahasiswa Baru Penerima KIP-K Tahun 2025 yang pada tanggal 4 Febuari 2025 lalu telah dibuka pendaftarannya, dengan jumlah pendaftar sampai saat ini (7 Februari 2025 pukul 16.15 WIB) sebanyak 21.131 orang.
  1. Pemerintah gagal memutus rantai kemiskinan dengan putusnya Penerima KIPK
  2. Dengan harusnya berhenti studi dan tidak adanya penerima mahasiswa baru maka berpotensi membuat gagal sarjana pertama dari keluarga miskin.
  3. Menurunnya akses penduduk dari kelompok ekonomi rendah ke pendidikan tinggi. Selain itu, tidak terpenuhinya sasaran penerima KIP-Kuliah berjalan on going). Berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan bisa menimbulkan isu nasional.

Baca Juga: 10 Hadiah Favorit untuk Rayakan Valentine. Nomer 10 Paling Disuka

BEASISWA BPI

Target 12.345 mahasiswa. Dampak dari efisiensi:

  1. Penerima BPI: Sebanyak 12 Orang Penerima BPI LN Program S3 Perguran Tinggi Akademik dari total 33 orang terancam tidak dapat dibayarkan (berpotensi terlantar di luar negeri)
  2. Penerima BPI: Tidak ada Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2025.

BEASISWA ADIK

Target 27.522 mahasiswa yang berasal dari wilayah 3T dan Orang Asli Papua (OAP). Jika anggaran ini berkurang maka akan menurunkan akses pendidikan tinggi bagi penduduk yang berada di wilayah 3T dan OAP. Hal ini berpotensi menimbulkan gejolak di wilayah Indonesia Timur.

Melihat dampak terburuk yang akan ditimbulkan dari efisiensi ini. Prof Satryo, mendiktisaintek menegaskan bahwa anggaran pendidikan tidak seharusnya turut terkena dampak efisiensi, beliau juga mengusahakan agar efisiensi bisa lebih kecil, sehingga tidak akan mengganggu kegiatan Kemdiktisaintek.

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#mahasiswa #dampak #Kemendikbduristek #bpi #Efisiensi anggaran 2025 #KIPKuliah #imbas #Makan Bergizi Gratis #adik #pangkas anggaran #Prabowo Subianto