JP Radar Kediri - Warga Desa Pacarbeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang gempar. Ada mayat gadis cantik mengapung di Saluran Induk Mrican Kanan pada Selasa (11/2) pagi.
Dilansir dari Radar Jombang.id, penemuan mayat itu pertama kali oleh seorang warga, sekitar pukul 05.30.
Kepala Dusun Peluk, Desa Pacarbeluk, Widyarto Adi Candra membenarkan bahwa warganya menemukan mayat mengapung di wilayahnya.
"Ditemukannya posisi hanyut di tengah, terus warga nyambang untuk meminggirkannya," terang Widyarto.
Setelah itu warga langsung melaporkan kejadian penemuan mayat itu ke polisi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Gaji ke-13 dan THR ASN Dibayarkan, Cair 100 Persen atau Tidak?
Setelah dievakuasi Polres Jombang dan dilakukan otopsi di RSUD Jombang. Identitas mayat gadis berusia belasan itu akhirnya terungkap.
Hal ini disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono. Bahwa mayat yang mengapung tersebut merupakan Putri Regita Amanda, 18, remaja asal Desa Sebani, Kecamatan Sumobito.
Korban diketahui masih duduk di bangku kelas 3 SMA.
Saat ditemukan pertama kali, kondisi mayat Putri pakai baju lengan panjang warna oranye, sama legging hitam, rambutnya panjang.
Kemudian saat dievakuasi ada bekas luka di tubuh korban.
Baca Juga: Cek Kalender Maret 2025 Lengkap, Banyak Tanggal Merah dan Hari Libur Nasional
Terutama pada bagian kepala korban dan masih mengeluarkan darah.
Informasi terbaru, korban sempat hilang satu hari setelah berpamitan kepada orang tuanya untuk COD. Hal ini disampaikan oleh paman korban, Suwari,54.
Suwari mengatakan pada Senin (11/2) sore, keponakannya itu pamit kepada ayahnya untuk melakukan transaksi COD.
Namun, hingga pukul 20.00 WIB, keponakannya tersebut tidak ada kabar dan tak kunjung pulang. Saat dihubungi melalui telepon selulernya, nomornya tidak aktif.
"Sampai pagi keluarga tidak bisa tidur, karena bingung. Tahu-tahu tadi pagi ada kabar (penemuan korban meninggal, red),” ujar Suwari.
Saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh kepolisian. Polres Jombang masih melakukan penyelidikan untuk mencari pelakunya. Apakah korban pembunuhan atau sekaligus ruda paksa.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira