JP Radar Kediri – Pencarian tentang Aguan tengah melejit baru-baru ini. Pasalnya, namanya disebut sebagai pemilik pagar laut di Tangerang, Banten yang ramai jadi perbincangan masyarakat di Tanah Air.
Bahkan belum lama ini, viral video yang menarasikan Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya memberikan hormat kepada pengusaha Sugianto Kusuma atau Aguan.
Sugianto Kusuma atau yang dikenal dengan Aguan merupakan salah satu pebisnis sukses di Indonesia yang merintis Agung Sedayu Group pada tahun 1970.
Tak hanya itu, terbaru dirinya juga diketahui ikut berperan dalam sejumlah pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah seperti Swissotel Nusantara dan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Baca Juga: BRI Microfinance Outlook 2025 Hadirkan Narasumber Terkemuka Dunia
Lantas siapa sebenarnya Aguan?
Lahir di Palembang pada 9 Januari 1951, Sugianto Kusuma atau Aguan dikenal sebagai pemilik perusahaan pengembang properti terbesar di Indonesia bernama Agung Sedayu Group (ASG).
Menikah dengan Rebecca Halim, keduanya dikaruniai empat orang anak yang bernama Richard Halim Kusuma, Lareina Halim Kusuma, Luvena Katherine Halim dan Alexander H. Kusuma.
Aguan memulai kariernya dengan mendirikan perusahaan kontraktor rumah pertokoan yang bernama Agung Sedayu Group pada 1971
Dalam 10 tahun pertama, ASG tumbuh dengan pesat dan memperluas jangkauan pelanggan menjalin lebih banyak kemitraan bisnis.
Hingga pada 1991, ASG berhasil menjadi salah satu perusahaan properti terkemuka di Indonesia melalui keberhasilan membangun Harco Mangga Dua, mal elektronik terintegrasi pertama di Tanah Air.
Keberhasilan tersebut disusul dengan proyek-proyek besar lainnya, termasuk pengembangan kawasan residensial dan komersial skala besar, seperti Taman Palem seluas 200 hektare serta sejumlah apartemen gedung tinggi.
Perusahaan properti itu juga menggarap proyek pusat perbelanjaan terkemuka.
Di antaranya adalah Ashta District 8, Mall of Indonesia, PIK Avenue, dan Grand Galaxy Park.
Tak hanya itu, Aguan juga tergabung ke emiten kaleng dan kemasan PT Pratama Abadi Nusa Tbk yang kemudian bertransformasi menjadi Pantai Indah Kapuk Dua (PIK 2).
Baca Juga: Berhasil Salurkan KUR Rp184,98T, Ini Jurus BRI Jaga Kualitas Kreditnya
Meski demikian, Aguan tercatat memiliki sederet rekam jejak yang buruk. Ia terlibat suap dan kasus pembangunan ilegal di Indonesia.
Seperti yang terjadi di tahun 2016 silam, KPK menangkap jaringan suap di balik pembahasan aturan reklamasi pada April 2016.
Di mana Aguan terlibat dalam kasus yang meringkus Sunny Tanuwidjaja itu.
Lobi penghentian reklamasi pada 2017, di mana Richard Halim, anak Aguan serta Ali Hanafi, tangan kanan Aguan, meminta Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta waktu itu untuk tak menghentikan proyek pengurukan laut.
Pada 2019, gedung apartemen buatan District 8 di Kebayoran Baru milik Agung Sedayu Group terlibat permasalahan sengketa tanah.
Kemudian pada 2023, nama Aguan kembali mencuat sebagai salah satu investor proyek pembangunan Swissotel Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hingga yang terbaru, nama Aguan disebut sebagai pemilik pagar laut misterius sepanjang 30,16 kilometer di perairan Tangerang, Banten.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah