Program kesehatan home visit dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri menjadi andalan. Dalam program tersebut ada berbagai inovasi. Mempermudah akses warga Kota Kediri mendapatkan pelayanan kesehatan.
Home visit mempermudah masyarakat kurang mampu. Tidak hanya petugas datang membawa ambulans untuk menjemput pasien. Namun juga melakukan perawatan luka di rumah-rumah warga.
Kepala Dinkes Kota Kediri Fauzan Adima menerangkan salah satu inovasi adalah ambulans yang gampang diakses warga miskin. Juga berbagai inovasi lain. Seperti perawatan luka. Fauzan mencontohkan perawatan luka diabetes warga Kota Kediri yang tidak perlu datang ke rumah sakit (RS). Petugas kesehatanlah yang datang ke rumah mereka untuk merawatnya. “Kalau perawatan luka ini hampir setiap hari malah petugas datang,” ungkapnya.
Selain itu warga yang habis operasi pun bisa memanfaaatkannya. Daripada kontrol ke RS, petugas dari RS Gambiran maupun puskesmas bisa datang langsung ke rumah. Pelayanan itu pun seperti dalam mengganti perban luka hingga pembersihannya. Dengan cara ini warga dimudahkan dan tidak perlu susah-susah mencari kendaraan dan datang ke rumah sakit.
Selain itu inovasi dalam home visit juga terdapat dalam program pengobatan rutin. Dalam inovasi tersebut warga yang tidak bisa datang ke rumah sakit maupun di puskesmas untuk mengambil obat. Petugas juga akan mengantar obat tersebut untuk tiba di rumah mereka. Adapun mulai dari perawatan luka dan pengobatan rutin tersebut juga bersifat gratis bagi warga kurang mampu. “Termasuk gratis obatnya,” ujarnya.
Adapun penggratisan tersebut dengan syarat peserta Jamkesda maupun BPJS yang terdaftar sebagai warga miskin. Namun jika diketahui luka tersebut masuk kategori ringan akan ditangani pihak puskesmas. Jika parah bisa langsung dirujuk ke RS Gambiran.
Selain itu program unggulan lain di Dinkes adalah penanggulangan demam berdarah (DB). Penanggulangan tersebut diklakukan dengan menyediakan alat fogging di setiap kelurahan. Fauzan menambahkan ke depannya Posyandu di setiap RW pun juga akan ditingkatkan pelayanannya dengan bekerja sama dengan perguruan tinggi (PT) kesehatan yang ada di Kota Kediri. “Sebenarnya sudah jalan, tapi akan terus kami tingkatkan kerjasama dengan perguruan tinggi tersebut,” tegas Fauzan.
Editor : adi nugroho