Bangunan ini menjadi salah satu saksi bisu perjalanan sejarah di Kota Kediri. Beberapa kali berubah fungsi. Mulai dari benteng pertahanan, kantor pemerintahan karesidenan, hingga markas kepolisian wilayah (Polwil).
MOCH. DIDIN SAPUTRO
Tak banyak yang tahu bahwa markas Polres Kediri Kota ini dulunya merupakan sebuah benteng. Peninggalan masa pemerintahan kolonial Belanda. Saat masuk kedalam markas kepolisian yang terletak di Jalan KDP Slamet, Mojoroto, Kota Kediri itu kita akan disambut dengan angka 1835 tepat di atas pintu utama. Angka itu merupakan tahun pendirian bangunan yang berbentuk persegi tersebut.
Tepat di tengah bangunan terdapat halaman yang cukup luas. Dari sana kita dapat melihat pintu-pintu yang cukup besar untuk masuk ke setiap ruangan. Bangunan ciri khas kolonial pun masih tampak. Meskipun ada beberapa penambahan bangunan baru untuk kebutuhan administrasi lainya.
Ada satu pintu unik yang berbentuk lengkungan besar seperti lorong. Itu berada di sebelah utara bangunan. Yang saat ini menjadi jalan menuju masjid Polres. Pintu tersebut masih dalam kondisi seperti aslinya. Dengan model daun pintu tebal yang dilengkapi slot pintu berukuran raksasa.
Salah satu ciri khas dari sebuah benteng adalah adanya menara pengintai di setiap sudutnya. Menara tersebut dalam istilah Belanda disebut dengan bastion. Dilihat dari peta Belanda bertahun 1930 yang ada di buku Perkembangan Kota di Jawa yang ditulis Handinoto, 2015, dulu terlihat ada empat bastion. Hingga kini bastion tersebut juga masih terlihat di benteng Blokhuis ini. Meskipun jumlahnya hanya tersisa dua buah saja. Yakni di sudut tenggara dan sudut timur laut bangunan.
Pada masa kolonial, keberadaan benteng pertahanan di suatu kota sangatlah penting. Apalagi terkait dengan penjagaan wilayah pemerintahan. Di Kediri sendiri keberadaan Blokhuis ini dirasa juga penting. Karena untuk menjaga pertahanan kawasan pemerintahan dan pemukiman orang Eropa kala itu. Selain itu bangunan yang terletak tepat di sebelah barat jembatan lama ini pun juga berfungsi sebagai pemantau kesibukan lalu lintas yang ada di sungai brantas.
Sebelum menjadi markas Polres Kediri Kota, bangunan yang berada di sebelah utara Pasar Bandar ini merupakan markas Kepolisian Wilayah yang berakhir dan telah dihapuskan pada 2010 silam.
Memang ketika melihat kawasan barat sungai di Kecamatan Mojoroto ini, kita bisa menjumpai bangunan-bangunan penting pada masa lalu. Seperti kantor karesidenan yang saat ini sebagai kantor Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri, kantor afdeling bank yang saat ini menjadi kantor Bank Rakyat Indonesia, sekolah anak-anak eropa yang bernama faber school dan juga tempat ibadah berupa gereja.
Menurut informasi dari salah satu pengamat sejarah di Kota Kediri, dahulu bagian barat sungai memang wilayah yang sebagian besar dikuasai oleh bangsa Eropa. Dan merupakan daerah pemerintahan. Sementara bagian timur sungai merupakan tempat perdagangan atau niaga yang dikuasai oleh rakyat Tionghoa atau biasa dikenal dengan kawasan Pecinan.
Editor : adi nugroho