Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dua Perampokan Sadis Belum Ada Kaitan

adi nugroho • Kamis, 21 Juni 2018 | 21:31 WIB
dua-perampokan-sadis-belum-ada-kaitan
dua-perampokan-sadis-belum-ada-kaitan


KEDIRI KABUPATEN – Dua peristiwa perampokan yang saling berdekatan waktunya membuat ada kecurigaan bahwa pelakunya saling terkait. Bahkan, ada yang menduga pelaku kejahatan yang menurut klafisikasi polisi sebagai pencurian dengan kekerasan itu adalah orang yang sama.


Sebelumnya, dua kejadian perampokan sadis terjadi di Kabupaten Kediri. Peristiwanya dalam rentang waktu yang berdekatan. Yaitu pada Sabtu (9/6) dan Senin (11/6). Atau hanya berselisih dua hari.


Perampokan pertama terjadi di Desa Canggu, Kecamatan Badas. Korbannya adalah Binti Nafiah. Korban meninggal dunia saat kejadian. Kemudian, perampokan kedua terjadi di Desa Cengkok, Kecamatan Tarokan. Untuk perampokan kedua korbannya tak meninggal. Tapi mengalami luka-luka serius akibat sabetan celurit beberapa kali oleh pelaku.


Lalu, bagaimana tanggapan polisi mengenai spekulasi bahwa kejadian tersebut saling bertautan? Kasatreskrim Polres Pare AKP Hanif Fatih Wicaksono tak bisa memberikan komentar pada kemungkinan itu. Dia tak menolak tapi juga tak membenarkan.


“Saya masih belum berkoordinasi dengan yang lain,” elaknya ketika ditanya perihal kemungkinan itu.


Memang, walaupun terjadi di wilayah Kabupaten Kediri namun dua peristiwa itu ditangani oleh polisi di ‘juridiksi’ yang berbeda. Kasus di Canggu ditangani oleh Polres Kediri. Sedangkan kasus di Cengkok menjadi wilayah Polres Kediri Kota.


“Yang pasti kami masih terus melakukan penyelidikan. Nanti setiap ada perkembangan pasti kami beritahu,” ujarnya lagi.


Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Ridwan Sahara juga tak memberikan komentar soal spekulasi keterkaitan dua perampokan itu. Ridwan hanya menegaskan mereka terus melakukan penyelidikan. “Kalau nanti ada perkembangan akan kami informasikan,” elaknya.


Sementara itu, korban keganasan perampok di Desa  Cengkok, Kecamatan Tarokan, Anindita, hingga kemarin masih dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Kediri. Kondisi korban terlihat sudah membaik. Namun, korban juga menutup diri ketika berusaha ditemui wartawan.


“Sudah diatasi oleh anggota PM,” ujar ibu korban, Sutini, menolak untuk diwawancarai.


Ketika ditanya apa yang sudah diatasi oleh polisi militer (PM), Sutini tak memberikan jawaban. Dengan nada ramah, Sutini mengaku sudah diingatkan agar tak mengatakan apapun kepada wartawan. Saat Sutini menjelaskan hal itu kepada Jawa Pos Radar Kediri, terdengar suara dari Anindita. “Westala bu..,” ujar gadis itu yang terlihat merasa tak nyaman dengan kehadiran wartawan tersebut.


Sebelumnya, ketika Jawa Pos Radar Kediri datang ke RSM Ahmad Dahlan, memang sempat berpapasan dengan mobil milik PM yang keluar. Sepertinya, keterlibatan anggota PM terkait dengan korban yang merupakan anak dari anggota TNI.


Kasatreskrim AKP Ridwan Sahara ketika dikonfirmasi mengenai kemungkinan keterlibatan PM dalam membantu menyelesaikan kasus di Cengkok itu, menolak menjelaskan. Menurutnya, yang melakukan penyelidikan tetap kepolisian. Karena kasus tersebut merupakan wewenang dari polisi.


Hanya, dia mengakui bila dalam melakukan pekerjaannya polisi pasti akan melibatkan pihak lain. “Tapi siapa atau pihak mana yang terlibat tak bisa disebutkan. Sebab, kalau disebutkan justru nanti tak bisa melakukan penyelidikan dengan baik,” kilahnya.


          Untuk diketahui dua perampokan sadis terjadi di Kabupaten Kediri dalam rentang dua hari. Yang pertama dengan korban meninggal. Yaitu Binti Nafiah. Dia dibunuh oleh pencuri yang masuk rumah. Sang pembunuh sempat dipergoki anak korban. Namun, sang anak diancam oleh pencuri agar kembali tidur. Sang pencuri membawa kabur uang sekitar Rp 400 ribu.


Sedangkan perampokan kedua dengan korban luka Anindita. Gadis ini disabet perampok di tangan, pipi, dan dahi.  Setelah melukai korban, pelaku lantas membekap mulut korban mengunakan tangan. Pelaku membawa lari dua gawai milik korban.


 


Fakta Dua Perampokan Sadis


-         Terjadi di wilayah Kabupaten Kediri.


-         Kejadian berselang hanya dua hari.


-         Pelaku sama-sama raja tega. Yang pertama membunuh korban. Yang kedua melukai korban.


-         Barang yang dibawa tak terlalu banyak. Perampokan pertama hanya membawa lari uang Rp 400 ribu. Perampokan kedua yang dibawa kabur dua handphone dengan nilai total Rp 3 jutaan.


 


 

Editor : adi nugroho
#badas #uang #kediri #tni #ibu #tewas