Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Omong Anak TNI Langsung Disumpal

adi nugroho • Rabu, 13 Juni 2018 | 19:30 WIB
omong-anak-tni-langsung-disumpal
omong-anak-tni-langsung-disumpal


Perampok yang menyatroni rumah Sutini di Desa Cengkok, Kecamatan Tarokan, terbilang nekat. Sebab, sang korban, Anindita, sempat berteriak bahwa dia anak seorang anggota TNI. Namun, bukannya takut, pelaku justru berbuat semakin kalap. Pelaku sempat membuka mulut korban dan menyumpal dengan dua jarinya.


“Itu berdasarkan keterangan korban kepada polisi,” jelas Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Ridwan Sahara, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kediri kemarin.


Aksi penyumpalan itu membuat korban tidak bisa berteriak karena kesakitan. Tindakan membabi-buta pelaku itu justru semakin memiriskan hati korban. “Korban kemudian juga sempat berteriak bahwa dia tidak mau diperkosa,” kata Ridwan lagi.


Beruntung bagi Anindita, pelaku ternyata tak berbuat lebih jauh. Sang pelaku memilih untuk mengobrak-abrik kamar ibu korban. Kemudian membawa lari dua handphone yang ditemukan di tempat itu.


“Pelaku kemudian melarikan diri dengan membawa dua handphone itu,” imbuh Ridwan.


Polisi, menurut Ridwan, segera bergerak cepat menerima laporan itu. Mereka telah melakukan olah TKP. Dari hasil olah TKP tersebut, polisi mendapati beberapa barang bukti yang diindikasikan milik pelaku. Yaitu berupa satu celurit yang terlepas dari gagangnya. Serta dua buah karung berwarna putih. Karung itu berbahan plastik, seperti kemasan untuk pupuk.


Dua buah BB itu yang akan dijadikan bahan awal polisi untuk mengembangkan kasus. Khususnya untuk melacak siapa pelaku aksi brutal tersebut.


Polisi juga mengaku sudah mengantongi ciri-ciri awal pelaku. Polisi menyebut pelaku seorang laki-laki bertubuh pendek dan kurus. Sedangkan bentuk dan rupa wajah tak diketahui karena saat beraksi dia menggunakan balaclava. Atau topeng ala ninja.


“Kami terus dalami kasus ini,” tegas Ridwan.


Kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB, keadaan rumah korban kosong. Ketika wartawan koran ini mendatangi TKP, tak ada siapa-siapa. Pagar rumah juga masih terbentang pita warna kuning bertuliskan ‘Garis Polisi Dilarang Melintas’.


Kondisi TKP memang tergolong sepi rumah. Rumah korban diapit oleh tiga rumah, satu di kiri dan dua di kanan. Satu lagi ada bangunan tapi kosong tak berpenghuni.


Demikian pula di depan, hanya ada tiga rumah. Setelah rumah di sisi kiri rumah korban, membentang sawah sepanjang setengah kilometer. Baru setelah itu ada rumah lagi.


Menurut Fatimah, tetangga korban, selama selama ini keluarga korban memang jarang berinteraksi. Penyebabnya, kepala keluarga berdinas di Tuban. Kemudian sang anak satu-satunya cewek. Jarang bergaul karena mayoritas remaja di sekitar lokasi adalah cowok.

Editor : adi nugroho
#anak #tni #handphone #bacok #korban #pelaku