Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelang Lebaran, Elpiji Melon Langka

adi nugroho • Rabu, 6 Juni 2018 | 21:01 WIB
jelang-lebaran-elpiji-melon-langka
jelang-lebaran-elpiji-melon-langka



NGANJUK - Tingginya permintaan elpiji tiga kilogram atau elpiji melon selama Ramadan ini, membuat elpiji bersubsidi itu langka. Akibatnya, stok elpiji yang ada di tiap pangkalan tidak hanya dibeli oleh konsumen di sekitarnya. Melainkan, pembeli dari luar kota juga ikut memburunya.


Seperti diakui oleh Lilik, 52, pemilik pangkalan elpiji di Jl Megantoro, Kelurahan Payaman, Nganjuk. Sebanyak 200 tabung elpiji tiga kilogram miliknya langsung ludes setelah didrop agen. “Di atas jam 14.00 sudah habis,” kata Lilik.


Lebih jauh Lilik mengatakan, setelah elpiji tiga kilogram langka di pasaran, pembeli elpiji yang menyerbu ke tokonya tidak hanya warga lokal Kelurahan Payaman dan sekitarnya. Melainkan, banyak juga pembeli dari luar Kota Nganjuk.


Keberadaan pembeli dadakan ini membuat langganannya sering tidak kebagian. Hal tersebut juga diakui oleh Sriatin, 51, warga Kota Nganjuk. Dia mengaku sudah mencari elpiji selama dua hari terakhir. “Pangkalan dan kios banyak yang kosong. Stoknya habis,” keluhnya.


Kelangkaan elpiji ini tidak hanya menyulitkan masyarakat. Melainkan juga membuat harga melambung. Jika harga tertinggi elpiji biasanya Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu, kini menjadi Rp 22 ribu. “Sekarang mahal,” lanjutnya.               


Dikonfirmasi tentang kelangkaan elpiji di pasaran, Officer Communication dan CSR Pertamina MOR Jatimbalinus Eddie Mangun  mengatakan, pihaknya tidak bisa mengontrol stok elpiji di tingkat pengecer. “Kami hanya bisa mengontrol stok di tingkat pangkalan,” kata Eddie sembari menyebut pihaknya tidak bisa mengawasi stok di tingkat pengecer.     


Lebih jauh Eddie mengatakan, Pertamina sudah memprediksi peningkatan konsumsi elpiji tiga kilogram pada Ramadan nanti. Yaitu, sekitar tujuh persen.  


Berdasar hitungan Pertamina, jika biasanya konsumsi elpiji melon sebesar 94.679 ton per bulan, saat Ramadan ini menjadi 101.307 ton. Eddie menyebut,


Peningkatan konsumsi tidak hanya terjadi di elpiji bersubsidi. Melainkan juga untuk elpiji nonsubsidi yang peningkatannya lebih besar.


Yaitu, sekitar sembilan persen. Jika biasanya konsumsi elpiji nonsubsidi perbulan sebesar 4.593 ton, kini menjadi 5.006 ton. “Menyikapi peningkatan konsumsi gas ini, Pertamina sudah menaikkan pasokan,” terang Eddie.


 Tidak hanya itu, Eddie mengklaim pihaknya menyiapkan 237 agen siaga dan 2.426 pangkalan siaga. Mereka akan terus beroperasi selama lebaran. “Namanya siaga, stoknya harus tersedia tidak boleh kososng,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Editor : adi nugroho
#elpiji #lebaran