KEDIRI KOTA - Operasi Pasar Murni (OPM) kembali berlangsung di Kota Kediri. Kemarin, OPM berlokasi di tiga kelurahan sekaligus. Masing-masing satu kelurahan di tiap kecamatan.
Di Kecamatan Mojoroto, OPM berlangsung di Kelurahan Gayam. Sedangkan di Kecamatan Kota OPM mengambil tempat di Kelurahan Balowerti. Dan, di Kecamatan Pesantren, pasar murah ini berlokasi di Kelurahan Jamsaren.
Operasi pasar tersebut berlangsung setiap hari. Digelar mulai Selasa (15/5). “Kegiatan ini terus kami laksanakan selama 16 hari. Di 46 kelurahan yang ada,” terang Yetty Sisworini, kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Yetty menjelaskan, OPM tersebut merupakan kolaborasi antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Pemkot Kediri. Tujuannya mengendalikan laju inflasi yang rawan meninggi selama Ramadan ini. Empat komoditas utama yang menjadi bahan jualan dalam operasi ini. Yaitu beras, gula, minyak goreng, dan telur.
Operasi pasar tersebut akan berlangsung setiap hari. Sesuai jadwal di masing-masing kelurahan. Kecuali bertepatan dengan hari libur nasional. Dan berakhir hingga H-5 menjelang Lebaran.
Wanita berjilbab ini mengungkapkan bila kegiatan OPM ini tidak berbeda jauh dengan yang digelar tahun lalu. Hanya, tahun ini lebih dominan pada empat bahan pokok tersebut. Untuk masing-masing kelurahan, Yetty menerangkan akan mendapatkan 150 sak beras. Dengan takaran 5 kilogram per sak.
Untuk harga jual beberapa bahan pokok di OPM lebih miring dibanding di pasaran. Beras dijual seharga Rp 46 ribu per kemasan isi 5 kilogram. Kemudian gula pasir Rp 9.500 per kilogram, minyak goreng Rp 9 ribu per liter, serta telur ayam dengan kisaran harga Rp 19 ribu. Khusus telur ayam akan disesuaikan dengan perkembangan harga di pasaran.
“Di sini semua yang kami jual memiliki harga yang lebih rendah dari harga di pasaran. Dan cenderung bahan pokok (yang kami sediakan),” terangnya.
Yetty juga memaparkan bila OPM tersebut merupakan upaya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Kota Kediri. Sekaligus ikut serta dalam pencegahan inflasi yang rawan terjadi selama Ramadan.
“Kami juga ingin memudahkan masyarakat untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan mereka hanya di satu titik lokasi pasar,” imbuhnya sambil tersenyum.
Untuk mendapatkan barang pokok dengan harga terjangkau tersebut, warga sekitar hanya perlu mengantre dengan tertib. Agar semua terlayani dengan baik dan mendapatkan bahan pokok yang akan dibeli.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 ini disambut baik oleh masyarakat sekitar lokasi OPM. Salah satunya Suci Riris, warga Kelurahan Balowerti. “Setiap tahun saya dan ibu selalu memanfaatkan OPM. Karena harga lebih murah dan bisa membeli sekaligus bahan-bahan pokok untuk di rumah,” terangnya.
Perempuan 23 tahun ini mengaku kegiatan ini efektif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Terutama saat Ramadan. “Harapannya kegiatan OPM selalu ada setiap bulannya. Agar belanja lebih hemat dengan kualitas barang sama,” pungkasnya.
Sementara itu di lokasi OPM berlangsung, pihak Bank Indonesia (BI) juga menggelar pelayanan penukaran uang baru untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan penukaran uang pecahan kecil. Hal tersebut dibenarkan oleh Nasrulloh selaku Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Wilayah Kediri.
“Mulai 28 Mei kami memberikan fasilitas penukaran uang baru kepada masyarakat dilokasi OPM,” terang Nasrul.
Juga ia jelaskan bila lokasi penukaran hanya di satu titik OPM saja, karena menyesuaikan keterbatasan jumlah sumber daya yang ada. “Kami berusaha melayani semaksimal mungkin sekaligus melihat kegiatan OPM di kelurahan-kelurahan,” ujarnya.
Laki-laki asal Jogjakarta ini menegaskan bila tetap memberikan batasan dalam penukaran uang baru. Yaitu Rp 3,7 juta per orang. “Untuk penukaran uang yang bersamaan dengan kegiatan OPM kami lakukan sampai 7 Juni,” pungkasnya.
Editor : adi nugroho