Bagi Kepala BI wilayah Kediri Djoko Raharto, Ramadan punya banyak sisi. Tak hanya sisi religius. Tapi juga ada sisi sosial maupun ekonomi. Berikut wawancara dengan Djoko Raharto terkait potensi ekonomi di Ramadan ini.
Berapa kali Pak Djoko menikmati Ramadan di Kediri?
Tahun ini yang ke-4 saya melaksanakan ibadah puasa Ramadan di Kediri
Ada yang membedakan Ramadan kali ini dengan sebelumnya?
Sebenarnya hampir sama. Namun Ramadan ini saya lebih banyak dinas ke luar kota. Baik Jakarta, Surabaya, maupun Madiun. Terkait dengan upaya pengendalian inflasi.
Ada kesan mencolok Ramadan di Kediri dibanding kota lain?
Kediri itukan Mataraman. Budayanya hampir sama dengan Jogjakarta dan Solo. Yang mencolok, di sini banyak pesantren. Nuansa agamisnya lebih terasa. Di mana-mana ada santri yang menikmati keramaian Kediri
Dari sisi ekonomi, bagaimana karakter masyarakat Kediri, utamanya pada Ramadan?
Karakternya hampir sama dengan masyarakat Solo dan Jogjakarta. Nerimo, pekerja keras, mudah diajak kerja sama, dan suka belajar. Secara ekonomi masyarakat agraris ada di pedesaan. Di perkotaannya sektor jasa dan industri. Juga sektor UMKM bertambah. Mereka berani memanfaatkan online agar terjual luas.
Potensi apa yang dimiliki oleh Kediri?
Kerajaan besar di Jawa bermula di Kediri. Saat itu perekonomian Kediri sudah bergerak. Apalagi saat ini tol trans-Jawa sudah hampir rampung. Di mana akan ada sudetan tol Nganjuk-Kediri. Peluang inilah yang harus ditangkap dan disiapkan sejak sekarang.
Ada harapan di Ramadan ini?
Mudah-mudahan bisa beribadah dengan baik. Dan semoga ketidakpastian perkembangan ekonomi dunia dapat segera berkurang, perekonomian nasional bertumbuh lebih baik, dan stabilitas terjaga.
Bagaimana dengan inflasi yang rentan terjadi di Ramadan?
Tiga tahun terakhir ini BI mampu mengendalikan peredaran uang. Sehingga bisa mencegah inflasi. Yang penting kita semua mampu mempergunakan uang sebaik mungkin dan utamakan kebutuhan
Ada pesan khusus bagi masyarakat Kediri menghadapi Ramadan?
Utamakan ibadah. Lebih kritis dan jadikan momen Ramadan ini untuk menjadi insan yang lebih baik, lebih bijak dalam membelanjakan uang dan jadilah masyarakat yang dapat beradaptasi dengan perubahan yang positif agar produktif. Dan kurangi gaya hidup konsumtif agar ekonomi terkendali.
Editor : adi nugroho