Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

KPU Belum Bisa Cetak Surat Suara

adi nugroho • Minggu, 13 Mei 2018 | 04:12 WIB
kpu-belum-bisa-cetak-surat-suara
kpu-belum-bisa-cetak-surat-suara


KEDIRI KOTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum bisa melakukan pencetakan surat suara. Penyebabnya karena semua pasangan calon (paslon) melakukan koreksi. Ketiga paslon tersebut meminta perbaikan pada gambar dan tulisan mereka di surat suara yang akan digunakan pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kediri Juni nanti.


“(Surat suara) akan kami koreksi terlebih dahulu. Setelah jadi nanti akan kami koordinasikan lagi kepada ketiga paslon tersebut. Sampai mereka sepakat dan sama-sama menandatanganinya,” terang Komisioner DivisiTeknis Pusporini Endah Palupi.


Sebenarnya, berlangsung pertemuan pada Rabu (9/5) di Kantor KPU Kota Kediri. Rencananya pertemuan itu digunakan untuk menyepakati surat suara. Bila semua sepakat, surat suara tersebut bakal segera naik cetak. Namun, karena ketiga paslon masih melakukan koreksi, pendantanganan pun mundur. Menunggu hasil koreksi dari KPU atas masukan ketiga paslon tersebut.


Pusporini menerangkan, setelah nanti surat suara ditandatangani ketiga paslon, KPU akan mencetak sesuai dengan jumlah DPT per TPS. Jumlah itu akan diberi tambahan sebanyak 2,5 persen. Surat suara tambahan itu fungsinya sebagai cadangan. Total jumlah surat suara yang akan dicetak mencapai 206.495 lembar. Sedangkan percetakan yang menerima order tersebut adalah PT Aksara Grafika Pratama Jakarta.


“Surat suara ini vital.  Jika paslon belum bisa sepakat dan tandatangan, belum bisa dicetak. Masih akan kami edit lagi sesuai dengan permintaan setiap paslon,” tegasnya.


Beberapa koreksi dari paslon umumnya  terkait gambar dan tulisan yang tertera. Paslon nomor urut 3, Samsul Ashar – Teguh Junaidi misalnya. Mereka mengeluh foto Teguh dalam surat suara itu terlalu kecil. Pasangan itu minta agar gambar calon wakil wali kota tersebut diperbesar.


“Agar proporsinya seimbang,” pinta Samsul.


Selain Samsul, pasangan yang complain gambar di surat suara itu adalah paslon nomor 1 Aizzudin – Sudjono. Mereka meminta KPU melakukan revisi pada gambar keduanya di contoh surat suara. Menurut pasangan itu ada perbedaan kecerahan warna. Lelaki yang biasa dipanggil Gus Aiz itupun mmeinta agar kecerahan warna gambar dinaikkan.


“Agar bisa ditambah brightness-nya satu sampai dua persen,” pinta cawali yang kemarin hadir sendiri tanpa didampingi cawawalinya itu.


Bagaimana dengan paslon nomor urut 2, Abdulllah Abu Bakar – Lilik Muhibbah? Pasangan petahana ini juga demikian. Koreksinya hampir sama seperti yang diminta pasangan sebelumnya. Yaitu soal kecerahan warna.


Mas Abu, panggilan karib lelaki yang cuti dari posisinya sebagai wali kota ini, gambar yang ada di contoh surat suara kurang cerah. Dia meminta kecerahan ditambah. Saat dia periksa masih gelap.


“Kecerahannya juga agar ditambah,” pina Mas Abu saat diberikan kesempatan untuk mengoreksi. 

Editor : adi nugroho
#kediri #kpu #pilwali #kota kediri