KEDIRI KOTA - Persiapan malam penganugerahan Prodamas Award 2018 yang diagendakan Selasa (8/5) depan semakin matang. Kemarin, Pjs Wali Kota Jumadi sudah mengecek persiapannya. Termasuk, menerima laporan hasil pleno juri tentang penilaian yang dilakukan sejak akhir tahun lalu.
Laporan disampaikan langsung Direktur Jawa Pos Radar Kediri Tauhid Wijaya dan Kabag Pemerintahan Pemkot Kediri Un Ahmad Nurdin. “Tentu, menarik untuk mencermati perkembangan pelaksanaan prodamas ini dari tahun ke tahun. Pergeseran-pergeseran apa saja yang sudah terjadi?,” komentar Jumadi saat menerima laporan tersebut di ruang kerja wali kota, kemarin.
Untuk diketahui, Prodamas Award 2018 merupakan penghargaan untuk RT-RT terbaik dalam pengelolaan prodamas tahun lalu. Event kerja sama Jawa Pos Radar Kediri dengan Bagian Pemerintahan Pemkot Kediri ini merupakan lanjutan dari Prodamas Award 2017 yang menilai pengelolaan prodamas tahun sebelumnya.
Tahun ini, peserta yang diseleksi jauh lebih banyak dibanding tahun sebelumnya yang hanya 92 RT. Dari lebih 1.447 kuesioner yang disebar ke RT lewat kelurahan, ada 800 yang masuk. Dalam seleksi tahap pertama berdasarkan isian kuesioner tersebut, sebanyak 195 RT lolos untuk seleksi tahap kedua berupa peninjauan lapangan pertama. “Seleksi tahap kedua kita mulai sejak November tahun lalu sampai Maret tahun ini. Yang turun tim dari Jawa Pos Radar Kediri,” terang Tauhid.
Hasilnya, sebanyak 60 RT lolos ke tahap terakhir. Yakni, peninjauan lapangan kedua. “Tahap terakhir ini, kami turun bersama tim dari bagian pemerintahan. Juri dari akademisi juga ikut terjun langsung,” tambahnya.
Penilaian tahap akhir itulah yang kemudian diplenokan dan kemarin hasilnya disampaikan kepada pjs wali kota. Di situ ditentukan siapa saja yang menjadi juara umum, terbaik di tiga kategori utama (infrastruktur, ekonomi, dan sosial), serta terbaik di dua kategori khusus (kinerja RT dan partisipasi masyarakat).
Begitu pula dengan nominator di masing-masing kategori tersebut. “Parameter utama kita adalah inovasi, keberlanjutan, dan kebermanfaatan program. Plus partisipasi masyarakat dan kinerja pengurus RT-nya,” terang Tauhid.
Menurut Jumadi, penghargaan seperti Prodamas Award ini diperlukan. Sebab, bisa mengompetisikan hal-hal baik di masyarakat. Termasuk, merangsang peningkatan partisipasi mereka dalam pembangunan. “Partisipasi itulah yang menjadi kunci dari praktik demokrasi deliberatif di negara modern,” ungkap lelaki yang juga kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Timur ini.
Ia pun mengapresiasi pergeseran-pergeseran yang sudah terjadi di masyarakat sebagai buah dari program pemberdayaan masyarakat yang digagas pemkot ini. Semisal, semakin banyaknya kegiatan ekonomi yang dimunculkan oleh warga. Sebagian bahkan sudah berjalan dan menghasilkan secara ekonomi.
Hebatnya, semua itu lahir dari perencanaan warga sendiri. Ide-ide itu lahir dari musyawarah di antara mereka lewat mekanisme rembug warga. Di sinilah partisipasi warga dalam pembangunan semakin menguat. “Kalau infrastruktur sudah cukup, pasti mengarah ke pengembangan ekonomi,” tuturnya.
Jumadi lantas menyinggung tentang tahapan-tahapan program untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat yang biasa dilakukan pemprov. Untuk yang sama sekali tidak mampu, harus dengan charity.
Selanjutnya, mereka yang mau berusaha, diberi dana pancingan juga pembinaan. “Tahap lanjutannya lagi, kalau sudah mampu dan bankable, kita hubungkan langsung dengan perbankan,” jelasnya lelaki yang juga ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sebelas Maret (IKA UNS) Jatim ini.
Karena itulah, dalam malam penganugerahan Prodamas Award 2018, Selasa depan (8/5), ia memastikan untuk hadir langsung. Selain membacakan nominasi, juga menyerahkan hadiah untuk juara umumnya.
Editor : adi nugroho