Prestasi bagus yang ditorehkan selama ini membuat Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad mendapat kepercayaan besar. Putra daerah Kediri ini menjadi nahkoda baru Pusat Pendidikan Polisi Militer TNI AL (Pusdikpomal). Satu prestasi yang membanggakan.
AHMAD MUSTHAFA AL QAHHAR
Khoirul Fuad adalah putra daerah Kabupaten Kediri. Dia lahir di RT 08/ RW 04, Dusun Jagalan, Desa Kanigoro, Kecamatan Kras. Tepatnya pada 27 Juli 1973. Perwira ini memiliki karir yang gemilang di usianya yang relatif muda. Dia sudah mengemban tanggung jawab sebagai Komandan Pusat Pendidikan Polisi Militer TNI AL (Pusdikpomal).
Acara pelantikannya berlangsung kemarin (19/4). Di lapangan Mako Kodikdukkum. Kolonel Khoirul Fuad menerima tongkat kepemimpinan sebagai Komandan Pusdikpomal dari tangan Kolonel Laut (PM) Samista.
Sebelumnya Perwira menengah angkatan laut ini menjabat sebagai Komandan Polisi Militer Lamtama V. Banyak prestasi yang mampu dia torehkan saat itu. Di antaranya adalah pengungkapan kasus pembunuhan sopir mobil online Kenjeran Surabaya, pembunuhan istri Kades Sidojangkung Gresik, pengungkapan kasus pengoplosan elpiji bersubsidi di Banyuwangi, kasus miras oplosan di Tuban, pengungkapan aliran sesat di Semarang, pengungkapan sejumlah pencurian motor, dan pengungkapan kasus tabrak lari seorang anggota Puslatpur Marinir di Pasuruan.
Bagi Fuad, menjadi Komandan Pusdikpomal merupakan amanah. Dan merupakan suatu kehormatan baginya sebagai prajurit TNI. “Karena di sinilah awal prajurit militer TNI AL dibentuk sebelum terjun sebagai kedinasan penegak aturan hukum di lingkungan TNI AL,” ucapnya.
Lebih lanjut Fuad menegaskan bahwa ke depan siswa prajurit Pomal yang akan melaksanakan pendidikan di Pusdikpomal harus mulai familiar dengan kemajuan teknologi. Khususnya untuk mengikuti perkembangan zaman yang kian pesat saat ini.
Di mata keluarganya, Khoirul Fuad merupakan anak yang penuh tanggung jawab dan perhatian terhadap keluarganya. Di sela-sela kepadatan tugasnya Fuad masih bisa menyempatkan waktu untuk mengarahkan dan menasihati adik-adiknya. Dia juga merupakan pribadi yang supel dan mudah bergaul. “Dia memiliki banyak teman di masa remajanya dulu,” kenang Muhammad Husain, adik dari Kolonel Fuad, saat ditemui di kediamannya kemarin.
Kolonel Fuad lahir dari keluarga berlatar belakang petani tebu. Pemilik nama kecil Irul ini juga hobi melukis. Bahkan, lukisannya masih ada di kamar yang dia tempati semasa remaja di desanya, Desa Kanigoro.
“Saat SMA dia rutin lari pagi sejauh 5 kilometer,” kenang sang adik.
Fuad menikah pada 1999. Pria yang kini memiliki 3 orang anak ini merupakan alumni Akademi Angkatan Laut Angkatan 42. Selain menjadi contoh bagi adiknya, Fuad merupakan sosok yang sangat berbakti pada orang tuanya. Ia selalu meminta doa restu saat akan melakukan suatu hal. “Selalu meminta doa dari bapak dan ibu dalam segala hal,” pungkas Husain.
Sementara itu, rangkaian upacara sertijab kemarin dilanjutkan dengan kegiatan pisah sambut yang dilaksanakan di Pusdikpomal. Diikuti seluruh personil Pusdikpomal dan siswa prajurit Pomal yang sedang melaksanakan pendidikan.
Serah terima jabatan yang berlangsung dengan upacar militer tersebut dipimpin langsung Komandan Komando Pendidikan Dukungan Umum (Dankodikdukum) Kolonel Laut (T) Sa’ban Nur Subkhan di Lapangan Apel Kodikdukum Kesatrian Bumimoro Kodiklatal.
Komandan Kodikdukum, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa sertijab merupakan dinamika organisasi dalam rangka regenerasi kepemimpinan dan pembinaan personel. Makna utama dari suatu pergantian kepemimpinan di setiap tataran adalah adanya harapan dengan semangat baru yang disandarkan kepada para pengganti. Agar mampu meningkatkan kondisi yang lebih baik. Dengan filosofi hari ini harus lebih baik dari kemarin. Dan heri esok harus lebih baik dari hari ini.
Menurutnya, semua ini sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia. Utamanya para pejabatnya sebagai “decision maker”. Yang memegang peran sentral di dalam organisasi yang dibina. Sehingga akan terwujud kemampuan Kodikdukum. Khususnya Pusdikpomal sebagai lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan output yang siap pakai. Serta dapat merespon tantangan perkembangan zaman saat ini dan di masa mendatang.
“Jabatan Komandan Pusdikpomal merupakan jabatan yang penting dan strategis. Komandan Pusdikpomal bertanggung jawab merumuskan recana dan program kegiatan pendidikan untuk sekolah-sekolah di Pusdikpomal termasuk pembinaan kekuatan guna terselenggaranya fungsi-fungsi Kodikdukum dalam penyiapan kemampuan dasar personel TNI AL untuk mengawaki organisasi secara profesional,” ingatnya.
Editor : adi nugroho