Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wah, KPU Kota Temukan Ada Yang Ganda

adi nugroho • Selasa, 17 April 2018 | 02:19 WIB
wah-kpu-kota-temukan-ada-yang-ganda
wah-kpu-kota-temukan-ada-yang-ganda


KEDIRI KOTA– Sekitar seribu calon pemilih dicoret dari daftar pemilih sementara (DPS) sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT).


Anis Iva Permatasari dari divisi perencanaan dan data KPU Kota Kediri membenarkan penyusutan angka pemilih dari DPS ke DPS- hasil perbaikan (HP) ini.


          Semula total ada 201.465 pemilih. Itu terbagi atas tiga kecamatan. Rinciannya, 99.631 pemilih laki-laki dan 101.834 perempuan. “Setelah perbaikan ternyata susut lumayan banyak,” ungkapnya.


Dari DPS HP tingkat PPS pada 8-10 April lalu diteruskan di PPK pada 11-12 April, diketahui data DPS tersebut susut. Ada 1.567 pemilih yang dicoret. Sehingga totalnya menjadi 199.898 orang.


DPS-HP tersebut nantinya akan diplenokan di tingkat KPU Kota pada 17-19 April. “Jika tidak ada perubahan dalam rapat pleno itu. Angka 199.898 akan kita tetapkan menjadi DPT,” kata Anis.


Dia menambahkan, pencoretan dilakukan setelah pengecekan kembali diketahui ada pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS). Jumlahnya 1.567 orang. Beberapa diketahui DPS tersebut ada pemilih yang sudah meninggal. Ada pula TMS karena pemilih memiliki data ganda.


“Banyak juga kita temukan data ganda. Tapi pastinya saya tidak hafal sampai berapa data ganda yang kita temukan,” paparnya.


Data ganda ditemukan tidak hanya saat perbaikan di tingkat PPS dan PPK. Ternyata juga muncul di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Tak jarang PPK maupun PPS menemukan ada satu pemilih di dua daerah. “Seperti kita temukan ada nama yang sama di dua daerah. Contohlah di Mojoroto dan Pesantren,” terang Anis.


Data ganda disebabkan beberapa factor. Di antaranya perpindahan penduduk tapi tidak lapor ketua RT. Itulah yang sering ditemukan. Terlebih saat coklit petugas PPS selalu mengambil data kependudukan dari RT. “Kita pastikan ke Pak RT masing-masing. Kadang walau tidak tinggal di RT tersebut namun tidak ada laporan pindah oleh Pak RT masih diikutkan dalam daftar pemilih,” terangnya.


Selain itu, pemilih ganda juga disebabkan adanya perbedaan data di antara kartu keluarga (KK) dengan KTP pemilih. Ini seperti terlihat jika ada orang membuat KK baru karena menikah. KK sudah berubah namun karena KTP belum diurus kepindahannya membuat data pemilih menjadi ganda. “Dari situlah pada perbaikan sebelum kita tetapkan DPT. Kita coret yang ganda dan kita pastikan hanya ada satu pemilih satu data saja,” tegas Anis.


 


 

Editor : adi nugroho
#kediri #pilwali