Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Seleksi Akhir, Mencari Terbaik

adi nugroho • Rabu, 11 April 2018 | 02:06 WIB
seleksi-akhir-mencari-terbaik
seleksi-akhir-mencari-terbaik

KEDIRI KOTA– Penjurian tahap akhir Prodamas Award 2017 dimulai pagi kemarin. Tiga tim juri langsung meluncur ke sejumlah RT untuk mengecek kembali program yang sudah direalisasikan tahun lalu. Pengecekan dilakukan untuk menentukan siapa RT yang berhak meraih gelar terbaik di masing-masing kategori. Termasuk siapa yang berhak menjadi juara umum.


Menurut koordinator tim juri Prodamas Award dari Jawa Pos Radar Kediri, Adi Nugroho, pengecekan ini dilakukan di sejumlah RT yang telah lolos dalam penjurian tahap awal lalu. “Dimulai hari ini (kemarin, Red) sampai dua minggu ke depan,” ujarnya.


Adi mengatakan penjurian ini dilakukan untuk melihat kembali RT-RT yang meraih nilai cukup baik dalam penjurian awal yang sudah dilakukan sejak Desember 2017 lalu. Mulai dari perencanaan dan realisasi Prodamas bidang ekonomi, bidang sosial, dan bidang infrastruktur. Hingga yang berkaitan dengan kinerja RT serta partisipasi masyarakat.


Hari pertama penjurian tahap akhir kemarin, juri dibagi dalam tiga tim. Berangkat pukul 09.00, tim juri menuju enam kelurahan dengan total 7 RT.


Masing-masing adalah dua RT di Kelurahan Manisrenggo, yakni RT 03/RW 05 serta RT 03/02. Serta satu RT di Kelurahan Ngronggo (RT 03/RW 03). Ketiganya berada di Kecamatan Kota.


Juga ada Kelurahan Singonegaran (RT 14/RW 03) dan Kelurahan Bangsal (RT 02/RW 04). Serta masing-masing RT di Kelurahan Blabak (RT 10/RW 03) dan Tosaren (RT 07/RW 03). Keempatnya berada di Kecamatan Pesantren.


Dalam kunjungannya pagi sampai siang kemarin, tim banyak menjumpai warga RT yang sedang berproduksi. Pasalnya, dari 7 RT yang dikunjungi, semuanya memang masuk ke dalam bidang ekonomi.


Di antaranya adalah dua RT 03/RW 05 Kelurahan Manisrenggo. Saat juri datang ke lokasi, ada warga yang sedang memanfaatkan mesin jahit hasil pengadaan Prodamas 2017 lalu untuk kegiatan usaha pembuatan tas. “Ini ada tas untuk laptop, ada yang untuk tas jinjing, juga tas kantor,” ujar Hidayati, salah satu warga yang kebagian tugas sebagai tim produksi.


Uniknya, tak hanya melayani pesanan dari lingkungan sekitar, usaha tas ini juga sudah dikenal di wilayah lain. “Lewat online pesannya,” ungkapnya. Hidayati mengatakan mendapat tambahan penghasilan Rp 500 ribu – Rp 700 ribu dalam sebulan dengan adanya usaha tas ini. “Lumayan,” paparnya. 


Adanya tindak lanjut program dengan usaha yang nyata bisa menggerakkan roda perekonomian warga ini memang sesuai dengan tujuan Prodamas Award sendiri. Yaitu salah satunya bisa memunculkan program kreatif dan inovatif yang bermanfaat bagi warga melalui prodamas. “Dengan dana Rp 50 juta per RT, warga diharapkan memang makin berdaya,” ujar Paulus Luhur Budi Prasetya, kasubag Administrasi Pemerintahan Umum Pemkot Kediri.  


Paulus mengatakan, apalagi melalui Prodamas Award, warga memang harus terpacu untuk memanfaatkan anggaran sebaik-baiknya. Sehingga bisa bersaing dengan warga dari RT yang lain. “Tergantung kreativitas memang. Bagaimana memanfaatkan dana ini sehingga bisa mengembangkan potensi yang ada,” tandasnya mewaliki Un Ahmad Nurdin, kepala Bagian Pemerintahan Pemkot Kediri.


 Seleksi dalam Prodamas Award 2017 sendiri melibatkan semua RT, yakni 1.447 RT se-Kota Kediri. Di tahap awal, masing-masing RT mengirimkan jawaban dari kuesioner yang dibuat tim juri Prodamas Award. Berdasarkan jawaban dari kuesioner ini, tim juri melakukan seleksi tahap pertama.
Selanjutnya, dari hasil seleksi ini, mulai Desember 2017 lalu, tim melakukan kunjungan ke masing-masing RT yang lolos seleksi untuk melakukan penilaian di lima bidang. Masing-masing bidang ekonomi, sosial, infrastruktur, kinerja RT, dan partisipasi masyarakat. Hasil penilaian inilah yang menjadi dasar penentuan nominator, RT terbaik, hingga juara umum.

Editor : adi nugroho
#warga kediri #radar kediri #kediri #prodamas #pemberdayaan #prodamas award