KEDIRI KOTA– Bangunan Pasar Setonobetek memang sudah jadi dan bisa ditempati, tetapi hingga kemarin, belum jelas kapan pasar itu bisa digunakan para pedagang.
Padahal, banyak pedagang yang terpaksa menutup lokasi dagangan sementara karena dianggap sempit dan kurang nyaman. Mereka memilih untuk menunggu bangunan baru.
Direktur PD Pasar Kota Kediri Saiful Yasin menerangkan bahwa pihaknya yang mengelola pasar-pasar di Kota Kediri ini juga mengaku belum jelas kapan Pasar Setonobetek yang baru itu akan dibuka.
Hal itu dikarenakan hingga kemarin pihaknya belum juga diserahi Pemerintah Kota Kediri untuk mengelola bangunan baru pasar tersebut. “Sampai hari ini (kemarin, Red) pasar belum diserahkan pada PD Pasar pengelolaannya,” ungkapnya.
Dijelaskan oleh Saiful kalau Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri sebagai pihak yang membangun sudah menyerahkan ke Pemkot Kediri. Namun dari Pemkot Kediri belum ada penyerahan ke pihak PD Pasar. Sebab, masih menunggu persetujuan pihak DPRD Kota Kediri. “Kita juga menunggu persetujuan itu. Agar para pedagang yang menempati tempat sementara bisa segera pindah ke tempat baru yang lebih nyaman,” terang Saiful.
Saiful juga menerangkan bahwa dia juga sudah sering ditanya para pedagang Pasar Setonobetek kapan tempat baru itu dibuka dan bisa ditempati. Namun dia juga belum bisa memastikan kapan bangunan baru itu dibuka. Adapun menurut Saiful, bangunan baru itu sudah selesai dan layak untuk segera ditempati.
Terlebih pihaknya juga sudah mempersiapkan penataan bagian pasar itu untuk jenis-jenis pedagangnya. “Sebenarnya tinggal menempati, pedagang juga sudah siap pindah. Tapi kalau pihak PD Pasar belum diserahi, mereka belum berani cawe-cawe,” ujarnya.
Terkait pemindahan di tempat sementara untuk para pedagang Pasar Setonobetek ini. Saiful mengaku cukup terdampak karena tidak segera dipindah dan terus menempati pasar sementara.
Terlebih yang terdampak pihak pedagang maupun pembeli yang berada di tempat sementara yang sempit dan kurang nyaman itu. “Pendapatan PD Pasar berkurang karena jumlah pedagang yang buka juga berkurang,” terangnya.
Lebih lanjut, dijelaskan kalau dari data kios yang ada di Pasar Setonobetek ada sekitar 600-an kios. Namun saat dicek secara riil di tempat sementara ini yang biasa buka kini hanya terlihat 424 pedagang saja.
Hal itu tidak bisa dipungkiri karena para pedagang masih menempati tempat sementara. Saiful menduga jika nanti bangunan pasar yang baru itu segera bisa ditempati.
Para pedagang yang awalnya tutup itu bisa membuka kembali dagangannya. “Sepertinya mereka yang tutup juga menunggu bangunan baru itu bisa ditempati. Kalau sudah bisa ditempati saya kira mereka juga segera buka kembali Mas,” tegas Saiful.
Editor : adi nugroho