Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Taman Pintar Kurang Terawat

adi nugroho • Minggu, 25 Februari 2018 | 19:24 WIB
taman-pintar-kurang-terawat
taman-pintar-kurang-terawat


NGANJUK – Taman Pintar di Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk terkesan kurang terawat. Selain banyak ditumbuhi rumput liar, pengurukan yang tidak rata membuat banyak genangan usai hujan. Kemudian, lampu-lampu di Taman Pintar juga dibiarkan mati.


Pantauan Jawa Pos Radar Nganjuk, air menggenangi bagian depan ornamen tulisan “Taman Pintar”. Air bekas hujan itu sepertinya tidak dapat mengalir. Selain genangan air, di sekitar lokasi juga banyak tumbuh rumput setinggi mata kaki.


Rahul, salah satu pengunjung mengakui, setiap kali turun hujan, bagian depan Taman Pintar selalu tergenang air. Genangan itu baru hilang setelah beberapa hari. “Selalu banyak genangan setelah hujan,” kata pelajar SMPN 4 Nganjuk ini.


Dikonfirmasi terkait hal ini, Kabag Humas Pemkab Nganjuk Agus Irianto mengatakan, tahun ini pihaknya tidak mengalokasikan penambahan fasilitas taman. Pemkab hanya menganggarkan untuk perbaikan dan perawatan.


Total ada dana Rp 150 juta untuk perbaikan dan perawatan. Tetapi, dana tersebut juga digunakan untuk dua ruang terbuka hijau lainnya. Yaitu, Taman Pandan Wilis dan Alun-Alun Nganjuk.


Untuk apa saja alokasi anggaran tersebut? Agus mengatakan, mayoritas untuk perbaikan taman, mandi cuci kakus (MCK) dan perbaikan lampu taman jika ada kerusakan. Yang lain, pemkab akan melihat dulu kondisi di lapangan. “Bisa paving atau kerusakan-kerusakan lain,” lanjutnya.


Agus mengakui, anggaran yang disiapkan untuk perbaikan taman relatif kecil. Tahun lalu, tiap taman masih mendapat anggaran masing-masing Rp 150 juta. Bahkan, untuk Taman Pandan Wilis dipercantik dengan beberapa fasilitas baru senilai Rp 500 juta.


Alokasi anggaran tahun ini menurut Agus banyak tersedot untuk pelaksanaan pilkada. Karenanya, Agus meminta bantuan masyarakat untuk ikut merawat taman. Salah satunya, dengan tidak melakukan corat-coret di taman dan bentuk pengrusakan lainnya. “Yang paling sering kami temukan adalah coretan di dinding,” tandas Agus. 

Editor : adi nugroho
#taman pintar #perbaikan