Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ramayana Siap Ekspansi ke Bisnis Lain, Ini Alasannya

adi nugroho • Jumat, 2 Februari 2018 | 17:48 WIB
ramayana-siap-ekspansi-ke-bisnis-lain-ini-alasannya
ramayana-siap-ekspansi-ke-bisnis-lain-ini-alasannya



KEDIRI KOTA- Lesunya pasar retail tidak hanya dirasakan oleh Pasaraya Sri Ratu. Ramayana Department Store, salah satu jaringan retail nasional, ternyata juga mengalami hal yang sama. Bahkan, sejak dua tahun lalu jumlah pengunjung terus mengalami penurunan.


Penurunan jumlah pengunjung itu diakui langsung oleh Manajer Merchandise Control Department Ramayana Kediri Riawanto. Menurut dia, penurunan jumlah pengunjung mencapai 20 persen. “Memang sekarang ini tidak sama seperti dulu. Jelas ada penurunan. Saat ini sekitar 20 persen turunnya,” katanya kepada wartawan koran ini kemarin.


Riawanto tidak menampik adanya penurunan pengunjung tersebut karena beralihnya konsumen ke online store. Karena itu pula, manajemen Ramayana kini juga memutuskan untuk bergabung ke penjualan online. Sehingga pembeli tetap bisa membeli produk Ramayana namun melalui website salah satu toko online.


Jawa Pos Radar Kediri kemarin menyempatkan diri untuk berkunjung ke toko ritel yang ada di Jalan Panglima Sudirman itu. Tampak beberapa pengunjung masih terlihat berbelanja, meskipun tidak ramai. Lantai dasar gedung itu yang sebelumnya merupakan supermarket Robinson, kini terlihat digunakan untuk gerai sepatu, beberapa gerai makanan, dan pusat permainan anak.


Lebih lanjut Riawanto mengatakan, dilihat dari omzet yang ada, jelas ada penurunan jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hanya, pihak manajemen Ramayana Kediri sejauh ini masih bisa menutup biaya operasional. “Kami masih bisa menjaga omzet sebesar rata-rata dua miliar rupiah tiap bulan. Kalau sudah di bawah nilai itu, artinya sudah bahaya dan tidak sehat,” sambungnya.


Saat ini, lanjut Riawanto, department store Ramayana masih tetap bisa bertahan. Sedangkan untuk supermarket Robinson sudah tutup tahun lalu. Tidak hanya itu, Orange Mart dan beberapa gerai makanan yang ada di lobi gedung Ramayana juga sudah tutup sebelumnya karena tidak mampu menutup biaya operasional. “Ini termasuk pengaruh dari TDL (tarif dasar listrik, Red) yang cukup tinggi,” lanjutnya.


Seperti diberitakan, per 31 Januari lalu department store Sri Ratu resmi ditutup. Penutupan itu mengikuti langkah supermarket Sri Ratu yang lebih dulu tutup pada 2015 lalu. Dengan demikian, Pasaraya Sri Ratu resmi angkat kaki dari Kota Kediri setelah selama 17 tahun menemani masyarakat Kediri dan sekitarnya.


Masih dikatakan Riawanto, sampai saat ini pihak manajemen pusat Ramayana masih mencoba untuk melakukan ekspansi bisnis agar tetap bisa bertahan. Beberapa tenan juga sudah sempat melakukan survei lokasi. “Sempat ada salah satu jaringan bioskop yang melakukan survei, tapi sampai saat ini masih belum ada kabar lagi,” tandasnya.


Ke depan, pihak manajemen Ramayana berencana untuk melakukan re-desain gedung dan department store. Ada kemungkinan lantai 3 gedung Ramayana akan dijadikan hotel. Sedangkan di lantai 1 akan dijadikan sebagai lobi hotel sekaligus department store. Tidak hanya itu, pada bagian depan gedung rencananya juga akan digunakan untuk gerai-gerai makanan. “Yang jelas akan ada perubahan. Tapi kami masih menunggu,” pungkas Riawanto.


Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri juga sudah melakukan pertemuan dengan beberapa toko retail yang ada di Kota Kediri. Namun memang baru Pasaraya Sri Ratu yang sudah resmi mengajukan pemberitahuan penutupan. Sedangkan untuk Ramayana sampai saat ini masih tetap beroperasi seperti biasa. “Untuk retail yang lain sampai saat ini masih tetap sama,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri Kristianto.


Menurut Kristianto, saat ini Pemkot Kediri memang fokus pada pengembangan UMKM. Pasalnya, sektor UMKM dinilai cukup kuat menghadapi berbagai bentuk tantangan pasar. Sedangkan retail hanya merupakan salah satu penopang perekonomian Kota Kediri. “Kami juga masih memiliki industri yang lain,” tandasnya.


 

Editor : adi nugroho
#kediri #ekonomi #kediri mall #kota kediri