Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wah, Teguh Rp 27 M, Abu Rp 14 M

adi nugroho • Selasa, 23 Januari 2018 | 01:56 WIB
wah-teguh-rp-27-m-abu-rp-14-m
wah-teguh-rp-27-m-abu-rp-14-m



KEDIRI KOTA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri menegaskan kembali soal berkas yang dikumpulkan para pasangan calon (paslon) dalam Pilwali Kediri 2018. Menurut KPU, berkas paslon sudah lengkap. Semuanya memenuhi persyaratan.


“Sudah lengkap semua, tidak benar kalau masih ada yang belum memenuhi semua persyaratan,” tandas Pusporini Indah Palupi, komisioner Divisi Teknis KPU Kota Kediri kepada Jawa Pos Radar Kediri.


Pernyataan Puspo tersebut terkait informasi di situs Pantau Pilkada Indonesia yang dibuat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Dari data yang ter-up date Sabtu (20/1) dini hari, nama paslon Samsul Ashar dan Teguh Juniadi bahkan belum masuk. Namun, pada up date Minggu (21/1) pukul 18.00, sudah ada nama Teguh Juniadi. Hanya nama calon wali kota Samsul Ashar yang belum muncul namanya. Artinya, Samsul dianggap belum menyerahkan harta kekayaannya ke KPK.


Dari situs pantau pilkada itulah juga diketahui Teguh memiliki harta kekayaan terbesar. Mencapai Rp 27,9 miliar. Kemudian disusul Abdullah Abu Bakar sebanyak Rp 14,1 miliar.


Terkait dengan hal itu, KPU kembali menegaskan bahwa seluruh paslon yang mengikuti pilwali Kota Kediri sudah dinyatakan lengkap semua. Pasangan Abdullah Abu Bakar-Lilik Muhibbah dan Aizzudin-Sudjono sudah lengkap sejak hari Jumat (19/1). Sedangkan Samsul-Teguh melengkapi berkas di Hari Sabtu (20/1). “Termasuk tanda terima LHKPN sudah kami terima semua dan memang cukup itu yang dilampirkan agar dinyatakan lengkap,” tandasnya.


Meski demikian, ketika wartawan koran ini mencoba meminta izin melihat bukti tanda terima, Puspo menolaknya. Menurutnya, berkas baru diberikan Hari Sabtu dan masih harus dilakukan pengecekan sebelum dilakukan ekspose.


“Kami ada mekanisme yang diatur sesuai regulasi yang berlaku. Jadi tunggu hasil verifikasi dari kami di tanggal 27 nanti untuk mengetahui hasilnya,” tegas Puspo.


Sementara itu, Teguh Juniadi, juga menegaskan telah mengumpulkan berkas kekayaan ke KPK. Makanya dirinya telah menerima tanda terima dengan barcode dari KPK. Tanda terima tersebut kemudian dilampirkan ke dalam berkas pendaftaran calon.


“Ini nanti saya kirimkan buktinya,” terangnya ketika dihubungi melalui sambungan telepon.


Sayang ketika wartawan koran ini mencoba mencari bukti tanda terima LHKPN atas nama Samsul Ashar, belum ditemukan. Bahkan, di situs pantau pilkada milik KPK, nama Samsul Ashar menjadi satu-satunya calon yang namanya masih belum keluar.


Meski demikian, Teguh menerangkan jika pasangannya tersebut telah mengumpulkan data kekayaan ke KPK. Dan telah menerima bukti tanda terima. “Besok ya, kita coba carikan,” tegasnya.


Sementara itu pula, dari situs milik KPK, harta kekayaan paling besar dimiliki oleh Teguh Juniadi. Pengusaha properti asal Surabaya tersebut diketahui memiliki kekayaan sekitar Rp 27,9 miliar. Sedangkan terbanyak kedua dimiliki Abdullah Abu Bakar. Yaitu Rp 14,1 miliar.


Sedangkan Sudjono memiliki kekayaan sebesar Rp 9,7 miliar. Diikuti Aizzudin yang juga pasangannya dengan harta kekayaan sebesar Rp 5,4 miliar. Sedangkan Lilik Muhibbah tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 3,8 miliar.


 

Editor : adi nugroho
#wali kota kediri