KEDIRI KABUPATEN– SMKN 1 Grogol terus berupaya agar segera memiliki gedung sendiri. Kini sekolah kejuruan yang empat tahun masih menumpang ini sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Cerme, Kecamatan Grogol. Tujuannya, supaya mendapatkan luasan lahan yang ideal untuk pembangunan gedung lengkap satu sekolah.
Pasalnya, SMKN 1 Grogol masih kesulitan mencari lokasi tanahnya. Hingga kemarin, tanah yang bisa digunakan untuk gedung hanya bekas SDN 4 Cerme saja. Itu pun luasnya hanya sekitar 2.600 meter persegi.
Kepala SMKN 1 Grogol M. Alfin Hilmi menerangkan, masih mencari bantuan pembangunan gedung sekolah pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Selain itu, pihaknya juga masih mengupayakan agar mendapatkan tambahan luasan tanah untuk bakal gedung sekolah tersebut.
“Karena dengan luasan tanah yang minim ini sementara akan kita buat fondasi kelas tingkat. Kalau tidak tingkat kita memerlukan lahan yang banyak,” ujarnya.
Dengan total lebih dari seribu murid, Alfin mengaku, membutuhkan lebih dari 50 ruang untuk mendirikan sekolah yang ideal. Itu sudah termasuk ruang kelas, ruang praktik, ruang guru, dan perkantoran.
Dengan tanah seluas 2.600 meter persegi, Alfin memprediksi, maksimal hanya bisa terbangun 20 kelas dan satu perpustakaan. Bangunan kelas itu, menurutnya, sudah ditingkat dua lantai. “Belum juga tempat untuk olahraga juga terus kita pikirkan,” terangnya.
Alfin menyebut, idealnya sekolah bisa dibangun lengkap pihaknya membutuhkan lahan sekitar 2 hektare. Dengan tanah bebas pakai yang diberikan oleh Pemkab Kediri dari bekas SDN Cerme 4 itu masih jauh dari targetnya. Sehingga kini pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak desa untuk bisa setidaknya membolehkan tanah kas desanya dipakai untuk ruang kelas.
“Ataupun rencananya akan kita lakukan sewa tanah kas desa yang ada di timur bekas SDN Cerme 4 ini,” ungkapnya.
Dengan tambahan dari tanah kas desa yang diharapkan tersebut diharapkan bisa memenuhi target 2 hektare pembangunan sekolah ini. Adapun Alfin tetap belum bisa memastikan koordinasi ini bisa cepat terselesaikan. Karena walaupun nantinya tanah itu apabila bisa digunakan untuk pembangunan gedung sekolah ini.
Pihaknya masih terkendala dengan belum jelasnya kapan gedung-gedung itu hendak dibangun karena belum ada kepastian bantuan dari pusat. “Tapi kita terus upayakan. Seperti saat ini sementara perpustakaan kami sudah hampir selesai pembangunannya. Selanjutkan akan kita ajukan pembangunan ruang praktik,” tegas Alfin.
Untuk diketahui, SMKN 1 Grogol selama 4 tahun lebih berdiri tidak memiliki gedung sendiri. Sehingga kini SMK negeri inipun harus menumpang di beberapa tempat.
Di antaranya menumpang belajar di siang hari di SDN Sonorejo 1 (Grogol), gedung milik dinas sosial (dinsos) yang berada di depan Mapolsek Grogol, menyewa rumah Kepala Desa Sonorejo untuk kelas, dan yang terjauh adalah kampus yang menyewa tempat di SMK Hangtuah di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Editor : adi nugroho