“You can learn marketing in a week, but it takes a lifetime to master,” (Anda dapat mempelajari marketing dalam seminggu, tetapi butuh waktu seumur hidup untuk menguasainya). Kutipan ini saya ambil dari artikel Philip Kotler yang dimuat di “Journal of Marketing” pada 3 Desember 2024.
Kutipan selanjutnya “After fifty years of teaching marketing, I am still trying to master it” (Setelah 50 tahun mengajar marketing, saya masih berusaha menguasainya).
Masih kutipannya Kotler, “Do not be fooled by my title ‘Father of Modern Marketing’. if I stop following the latest developments and ideas, my marketing knowledge will quickly lose value” (Jangan terkecoh dengan gelar saya sebagai ‘Bapak Marketing Modern’.
Jika saya berhenti mengikuti perkembangan dan ide terbaru, pengetahuan marketing saya akan cepat kehilangan nilainya”).
Bagi para praktisi marketing, siapa yang tak kenal Kotler? Dia lah legenda dunia, Profesor Emeritus bidang Marketing di Kellogg School of Management di Northwestern University, penulis lebih dari 50 buku dan lebih dari 150 artikel di jurnal terkemuka. Dan sampai saat ini, dia masih terus produktif menulis artikel di beberapa jurnal marketing.
Ada tiga hal menurut Kotler yang mempengaruhi “customer journey”:
1) Efektivitas bahasa yang digunakan perusahaan dalam menjelaskan penawarannya. Dalam hal ini perlu memilih kata-kata yang sesuai dengan gaya bicara dan gaya hidup calon customer.
2) Pemasaran konten yang efektif. Perusahaan tidak hanya mengirimkan iklan ke titik kontak, tetapi juga mengirimkan cerita menarik tentang perusahaan atau tentang olahraga, musik, atau perkembangan menarik lainnya kepada pelanggan sasaran. Konten seperti ini menunjukkan bahwa perusahaan peduli terhadap pelanggan tertentu.
3) Peran influencer. Kebanyakan orang mengikuti orang yang mereka kagumi atau percayai.
Kedua, Kotler menjelaskan, bahwa revolusi digital yang terjadi saat ini, telah menciptakan customer yang lebih berpengetahuan dan canggih.
Mereka dapat dengan mudahnya mencari perusahaan mana pun, dan melihat secara detail dan harga produk.
Baca Juga: Ketika Honda-Nissan Merger
Bahkan mereka juga membaca komentar konsumen yang telah membeli produk. Sebelum membeli, customer dapat mencari tahu harga yang akan dikenakan oleh pesaing yang berbeda untuk produk yang sama.
Ketiga, Kotler menyoroti soal “Martech” (marketing technology) yang semakin marak dewasa ini. “Martech” adalah penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan pengalaman customer dalam proses marketing.
“Martech” mencakup berbagai alat, platform, dan teknik yang membantu perusahaan mengelola, menganalisis, dan mengoptimalkan strategi marketing mereka.
“Martech” berfungsi antara lain: mengumpulkan data pelanggan, menganalisis perilaku pelanggan, personalisasi konten, otomatisasi kampanye marketing, pengukuran efektivitas marketing, dan pengembangan strategi marketing.
Berarti, ke depan, peran iklan dalam mempromosikan sebuah produk semakin kecil. Keberhasilan marketing akan sangat bergantung pada harga yang cerdas, pencitraan merek yang kuat, memiliki posisi dominan di saluran distribusi, dan berinovasi secara terus menerus.
Nah, siapkah kita dengan tantangan marketing di masa depan? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah