Di antara persaingan brand-brand global yang bisa menjadi pelajaran, adalah persaingan merek mobil antara Toyota dan Honda. Sama-sama dari Jepang. Sama-sama memimpin penjualan mobil di berbagai segmen di Indonesia. Persaingan mereka sangat lah ketat, dan menarik untuk dianalisis.
Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dari hasil pencapaian penjualan wholesales sepanjang 2023, Toyota Kijang Innova keluar sebagai pemenang, dibuntuti Honda Brio, Daihatsu Sigra dan Avanza.
Pada 2024, selama Januari – Maret, merek mobil terlaris nomor satu masih dipegang Toyota. Sedangkan Honda berada di peringkat ketiga setelah Daihatsu.
Dari sisi kapasitas produksi dan distribusi, Toyota memiliki kapasitas produksi dan jaringan distribusi yang lebih besar di Indonesia, yang memungkinkan mereka untuk menawarkan lebih banyak model dan varian kendaraan di pasar domestik. Honda juga punya jaringan distribusi yang kuat, tetapi fokusnya lebih pada segmen mobil penumpang kompak dan SUV. Sehingga Honda menjadi pemain utama dalam kategori kendaraan penumpang kompak (mobil kompak biasanya berupa hatchback atau sedan).
Dari sisi segmentasi pasar, Toyota menguasai berbagai segmen pasar mulai dari kendaraan penumpang, SUV, hingga kendaraan niaga. Model seperti Toyota Avanza dan Toyota Innova mendominasi segmen MPV. Sedangkan Toyota Rush dan Fortuner kuat di segmen SUV. Honda fokus pada segmen mobil penumpang dengan model populer seperti Honda Brio, Honda Jazz, dan Honda HR-V. Honda Brio, khususnya merupakan salah satu mobil terlaris di segmen city car dan LCGC (Low Cost Green Car).
Dari sisi inovasi dan teknologi, Toyota terus berinovasi dengan memperkenalkan teknologi hibrida dan kendaraan listrik. Model seperti Toyota Corolla Cross Hybrid dan Toyota Prius menunjukkan komitmen Toyota terhadap kendaraan ramah lingkungan. Honda juga berfokus pada teknologi hibrida dengan model seperti Honda CR-V Hybrid dan Honda HR-V Hybrid, meskipun skala adopsinya masih lebih kecil dibandingkan Toyota.
Dari sisi “brand loyalty” dan “customer trust”, Toyota memiliki basis pelanggan yang sangat loyal di Indonesia. Sebagian besar karena reputasinya untuk keandalan dan purna jual yang baik. Faktor ini membantu Toyota mempertahankan posisi teratas dalam penjualan kendaraan. Honda juga menikmati loyalitas pelanggan yang tinggi, terutama di kalangan anak muda dan professional muda yang mencari mobil dengan desain sporty dan fitur modern.
Maka, dari data dan fakta di atas, baik Toyota maupun Honda, setidaknya punya empat kesamaan. Pertama, sama-sama berusaha mempertahankan pangsa pasar mereka. Kedua, sama-sama memperluas pasar mereka melalui inovasi produk. Ketiga, sama-sama meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Dan keempat, sama-sama beradaptasi terhadap trend pasar yang berubah secara dinamis.
Dan memang, empat hal itu lah kunci agar sebuah produk tetap bisa bertahan, berkembang, bertumbuh, hingga akhirnya mampu mendominasi pasar.
Persaingan dalam bisnis adalah “sunnatullah”. Keberadaan kompetitor jangan dijadikan sebagai sebuah masalah. Tapi, jadikan lah sebagai jamu, hal yang pahit dirasakan, tapi justeru itu akan membuat kita semakin sehat dan kuat. Baik Toyota maupun Honda, bisa terus eksis hingga kini dan menguasai pasar mobil di Indonesia, karena mereka saling bersaing.
Dengan saling bersaing, maka otomatis akan saling beradu strategi. Di antara strategi bersaing ala Sun Tzu yang ditulis dalam buku “The Art of War” adalah: “Jika Anda mengenal musuh dan mengenal diri Anda sendiri, Anda tidak perlu takut pada hasil dari seratus pertempuran”. Jika diterapkan dalam konteks bisnis, perusahaan harus dapat memahami secara presisi kekuatan dan kelemahan mereka sendiri, serta pesaing mereka. Analisis SWOT adalah alat yang berguna untuk tujuan ini.
Prinsip selanjutnya ala Sun Tzu: “Strategi tanpa taktik, adalah jalan paling lambat menuju kemenangan. Taktik tanpa strategi adalah kebisingan sebelum kekalahan”. Jika diterapkan dalam konteks bisnis, perusahaan harus mengembangkan strategi jangka panjang yang jelas, sambil juga mengembangkan taktik jangka pendek untuk menanggapi perubahan pasar dan persaingan. Jadi, jangan takut bersaing!!! (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)