Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

AQUA

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 23 Agustus 2023 | 15:36 WIB
By Kurniawan Muhammad, Marketing Practitioner
By Kurniawan Muhammad, Marketing Practitioner

Di antara tagline dari produk-produk yang gencar berpromosi di media, saya suka dengan tagline-nya AQUA. Pertama, karena AQUA termasuk yang paling banyak bikin tagline baru. Setiap varian dari produk AQUA, bisa berbeda-beda tagline-nya. Kedua, rata-rata tagline-nya dibikin sederhana, mengena, dan mudah diingat. 

Tagline-nya terbaru yang akhir-akhir ini gencar dipromosikan di televisi adalah: “Tidak Semua Air itu AQUA”. Tagline ini sepertinya sengaja dibikin, untuk menyindir masyarakat Indonesia, yang sering menyebut semua produk air mineral dengan Aqua. Saking sudah melekatnya nama “Aqua” di telinga masyarakat Indonesia. Sehingga jamak dijumpai di masyarakat, ketika ada pengasong menjual air mineral, mereka menyebut nama “Aqua”. Tapi, setelah dilihat, ternyata mereknya lain, bukan “AQUA”. Begitu juga ketika orang ingin memesan air mineral di depot, warung, atau restoran, seringkali menyebutnya dengan “Aqua”. Padahal, tidak semua air mineral itu mereknya AQUA. Makanya, tagline yang baru itu sengaja dibikin, bisa jadi untuk mengingatkan masyarakat Indonesia, bahwa tidak semua air mineral itu adalah AQUA. Dan agar masyarakat tak selalu menyebut Aqua saat ingin membeli produk minuman mineral lain. 

Tagline-tagline AQUA yang lain di antaranya: #KebaikanAQUA. Ini sering disandingkan dengan produk kemasan galon. Juga ada tagline: #AdaAqua. Iklan untuk tagline ini pernah ditayangkan di televisi, menceritakan kebiasaan-kebiasaan seseorang ketika gagal fokus. Misalnya, naik bus, tapi salah tujuan. Maka, AQUA hadir untuk mengembalikan fokus tersebut dengan slogan: “Kurang Fokus, Salah Naik Bus, #AdaAqua”. 

Tagline-tagline lain: “Air untuk Semua” dan juga “Aqua Dulu”. 

Dengan banyaknya tagline milik AQUA, apalagi rata-rata dibikin dengan tema-tema yang sederhana, mengena dan mudah diingat, membuat produk tersebut semakin menancap di benak konsumennya. Tema-tema yang diangkat menjadi tagline disebut sederhana, karena menggunakan bahasa dan diksi yang sederhana. Disebut mengena, karena diangkat dari kehidupan, kebiasaan dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Karena sederhana dan mengena, makanya tagline AQUA menjadi mudah diingat. 

Berkat tagline yang sederhana, mengena dan mudah diingat itu lah, ditambah gencarnya promosi di media massa dan media sosial, membuat AQUA menjadi merek minuman kemasan dengan nilai konsumen tertinggi di Indonesia. Ini merujuk pada laporan YouGov pada 2021. Merek milik Danone itu memiliki skor sebesar 54,8 poin dalam FMCG/CPG Rankings 2021. 

Di bawah AQUA, berturut-turut peringkat kedua diduduki Yakult, dengan skor 50,2 poin. Ketiga: Pocari Sweat, dengan skor 40,6 poin. Keempat: Le Minerale, pesaing langsung AQUA, dengan skor 39,3 poin. Dan kelima, merek kopi kemasan Good Day, dengan skor 26,8 poin. 

Belajar dari AQUA, kita bisa mendapatkan pelajaran tentang betapa pentingnya tagline untuk sebuah produk. 

Secara sederhana, tagline diartikan sebagai kumpulan kata yang mampu mendeskripsikan brand, agar para konsumen yang membacanya dapat mengenali dan mengingat brand tersebut. Biasanya, sebuah tagline disuguhkan melalui kata-kata singkat yang mampu menjelaskan bisnis secara cepat dan tepat. 

Menurut Eric Swartz, seorang pakar marketing yang juga pembuat tagline terkemuka, tagline adalah susunan dari dua hingga tujuh kata yang disusun sedemikian rupa serta mengandung pesan dan filosofis tertentu dari sebuah brand.  

Tagline dianggap mampu meningkatkan brand awareness. Sebab, sejatinya tagline dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dari calon konsumen. 

Setidaknya ada lima jenis tagline. Pertama, tagline deskriptif. Sesuai namanya, tagline ini mendeskripsikan suatu brand sesuai dengan kelebihan, keunggulan serta keunikan yang dimiliki brand itu. Contoh brand raksasa yang menggunakan tagline deskriptif di antaranya adalah Lego: “Play On” dan Ebay: “Buy it. Sell it. Love it,”. 

Kedua, tagline provokatif. Dalam hal ini menggunakan kata-kata berupa ajakan atau tantangan kepada para calon potensial konsumen mereka. Tagline jenis ini sedang banyak dipakai oleh produsen. Contoh brand besar yang menggunakan tagline provokatif di antaranya adalah Adidas: “Impossible is Nothing”. Tolak Angin: “Orang Pintar Minum Tolak Angin”. Dan Nike: “Just Do It”. 

Ketiga, tagline imperative. Ciri khusus dari jenis tagline ini adalah meminta audiens untuk melakukan suatu aksi yang berhubungan dengan brand yang sedang dipromosikan. Contoh brand raksasa yang menggunakan tagline ini di antaranya adalah Burger King: “Have it Your Way”. Diesel Jeans: “Be Stupid”. Dan Sanken: “Untung Ada Sanken”. 

Keempat, tagline spesifik. Tagline jenis ini lebih menonjolkan satu kelebihan khusus dari sebuah produk atau brand yang menjadi pembeda dengan kompetitor. Contoh brand besar yang menggunakan tagline jenis ini di antaranya adalah Fortune Magazine: “For The Man in Charge of Change”. Olay: “Love the Skin You’re In”. 

Kelima, tagline superlative. Ciri khusus dari tagline jenis ini adalah mempromosikan keunggulan brand dengan kata-kata yang sedikit hiperbolik, berani, dan menantang. Contoh brand terkenal yang menggunakan tagline jenis ini di antaranya adalah Kapal Api: “Jelas Lebih Enak”. BMW: “The Ultimate Driving Machine”. Disneyland: “The Happiest on Earth” dan Budweiser: “The King of Beers”. 

Nah, jika produk Anda belum punya tagline, mulai saat ini bikin lah tagline. Karena tagline memiliki banyak manfaat untuk menunjang keberlangsungan bisnis. Di antara fungsi dan manfaat dari eksistensi tagline adalah merepresentasikan USP (Unique Selling Point), dan visi-misi dari sebuah bisnis. Juga, tagline berfungsi untuk memperkuat merek dagang dan identitas bisnis. (kritik dan saran: ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#aqua #produk #marketing #perusahaan