Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

GIIAS dan Inovasi 

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 24 Agustus 2022 | 14:27 WIB
By Kurniawan Muhammad, Marketing Practitioner 
By Kurniawan Muhammad, Marketing Practitioner 
Berada di lokasi GIIAS (GAIKINDO Indonesia International Auto Show) 2022 di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai City, Tangerang selama empat jam lebih, sungguh tak terasa. Satu demi satu booth saya datangi, semakin lama semakin bisa merasakan spirit bersaing antar booth, antar merek mobil.

Mereka berlomba mengeluarkan produk terbarunya. Produk tercanggihnya. Dan produk dengan harga yang bersaing.

GIIAS tahun ini lebih ramai dan lebih semarak ketimbang tahun lalu. Tahun ini, diikuti 25 merek kendaraan, terdiri dari mobil penumpang dan mobil komersial. Juga diikuti 15 merek motor, serta lebih dari 100 merek dari industri pendukung.

Dari sisi pengunjung yang datang, data dari panitia menyebutkan, selama 11 hari (11-21 Agustus 2022) pelaksanaan GIIAS, dikunjungi 330.000 orang. Jumlah ini meningkat sekitar 30 persen dibandingkan GIIAS tahun lalu.

Bagaimana dengan nilai transaksinya? Salah satu peserta yang ikut: Astra Financial, pada GIIAS kali ini berhasil membukukan nilai transaksi yang melonjak 87,59 persen dibandingkan GIIAS 2021. Nilai itu dihasilkan dari sembilan unit bisnis yang tergabung dalam Astra Financial, yaitu: FIF Group, Astra Credit Companies (ACC), Toyota Astra Finance (TAF), Asuransi Astra, AstraLife, AstraPay, Maucash, Moxa, hingga SEVA.

Jika dinominalkan, hingga penutupan GIIAS 2022, nilai transaksi yang diraih Astra Financial secara keseluruhan mencapai Rp 1,557 Triliun, atau 4,00 persen di atas target. Secara year on year, angka itu naik sebesar 87,59 persen dibandingkan GIIAS 2021, dimana saat itu Astra Financial mencatatkan jumlah transaksi senilai Rp 830 miliar.

Bagaimana dengan Toyota Astra Motor? Selama 11 hari pelaksanaan GIIAS, berhasil membukukan SPK (surat pemesanan kendaraan) sebanyak 5.434 unit. Dari jumlah itu, MPV andalan Toyota yakni Avanza dan Veloz mendominasi penjualan dengan total penjualan sebanyak 1.632 unit atau sekitar 30 persen. Capaian SPK Toyota pada GIIAS tahun ini meningkat dibandingkan GIIAS tahun lalu (2021) yang kala itu mencapai 4.502 unit.

Selain itu, mobil elektrifikasi Toyota juga mendapatkan respon positif dari masyarakat. Ini tercermin dari total penjualan hingga mencapai 114 unit.

Peningkatan penjualan selama GIIAS tahun ini juga dialami Mitsubishi. Dari data yang saya peroleh, hingga Sabtu (20 Agustus 2022), total unit yang terjual (berdasarkan SPK) sekitar 2.600 unit. Angka ini sudah melampaui perolehan pada GIIAS tahun lalu. Dan jumlah ini belum termasuk penjualan pada hari terakhir (Minggu, 21 Agustus 2022).

Alhasil, merek-merek mobil yang selama ini mendominasi pasar otomotif di Indonesia, panen di arena GIIAS tahun ini.

GIIAS sejatinya adalah arena "pertempuran" antar merek mobil. Yang dipertarungkan, salah satunya adalah inovasi pemasaran dari masing-masing merek mobil tersebut.

Inovasi pemasaran adalah penerapan metode pemasaran yang baru, atau peningkatan signifikan pada pengemasan atau desain produk, penempatan produk, promosi produk, atau harga.

Inovasi pemasaran bertujuan, di antaranya untuk meningkatkan penjualan, memenuhi kebutuhan konsumen, membuka pasar baru, dan menempatkan produk perusahaan dalam pasar.

Di arena GIIAS 2022, saya melihat masing-masing merek mobil berlomba menampilkan desain produknya semenarik mungkin. Berlomba untuk bikin desain mobil mereka se-futuristik mungkin.

Hyundai misalnya, yang boothnya berhadapan dengan Toyota, memajang produk terbarunya "Stargazer". Dan "Stargazer" ini dinobatkan sebagai pemenang merek mobil terfavorit untuk kelas MPV. Penghargaan ini diberikan Gaikindo di ajang khusus "Exhibitor Night" yang diadakan di akhir pelaksanaan GIIAS.

Jadi, kata kuncinya adalah "inovasi". Siapa yang paling inovatif, dan siapa yang terus mempertahankan inovasi-inovasi produknya, maka dia lah yang akan menjadi pemenang atau penguasa pasar.

Ekonom Austria, Joseph Schumpeter mengatakan, seorang wirausahawan menghasilkan inovasi, dengan menciptakan kombinasi baru dengan faktor produksi seperti teknologi dan teknik. Pengusaha berinovasi dengan memperkenalkan produk baru, membuka pasar baru, sumber input baru, atau bentuk organisasi baru.

Felix Janszen, penulis buku "The Age of Innovation" mengatakan, bahwa kreativitas bisnis harus menjadi sebuah kewajiban. Tak lagi hanya kebetulan yang tidak disengaja. Organisasi bisnis, kata dia, harus didesain berdasar format baru.

Nah, mari kita terus berinovasi. Berinovasilah seperti kita bernafas. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp) Editor : Anwar Bahar Basalamah
#GIIAS dan Inovasi #giias #GAIKINDO Indonesia International Auto Show #Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai City #marketing on wednesday