Terlalu Lama Menatap Layar, Waspadai Computer Vision Syndrome

Isna Febriani Nur Habibah • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi Computer Vision Syndrome (magnific)
Ilustrasi Computer Vision Syndrome (magnific)

JP Radar Kediri – Penggunaan komputer, laptop, ponsel, dan tablet sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

Namun, terlalu lama menatap layar tanpa jeda dapat membuat mata cepat lelah. Keluhan tersebut dikenal sebagai computer vision syndrome (CVS) atau digital eye strain.

CVS merupakan kumpulan gangguan pada mata dan penglihatan yang muncul setelah seseorang terlalu lama menggunakan perangkat digital.

Kondisi ini tidak berarti layar secara langsung menyebabkan kerusakan mata permanen, tetapi penggunaan dalam waktu lama tanpa istirahat dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

Baca Juga: Sering Ambil Screenshot, Benarkah Bisa Bikin Informasi Lebih Mudah Terlupa?

Ketika menatap layar, mata terus menyesuaikan fokus untuk membaca tulisan, melihat gambar, maupun mengikuti objek yang bergerak. Aktivitas tersebut membuat mata bekerja lebih keras, terutama ketika perangkat digunakan dari jarak dekat selama berjam-jam.

Risiko CVS dapat meningkat ketika seseorang menggunakan layar terlalu lama tanpa jeda. Faktor lain seperti kontras layar, pantulan cahaya, silau, kerlipan layar, serta pencahayaan ruangan yang terlalu terang atau terlalu redup juga dapat menambah beban pada mata.

Kebiasaan berkedip yang berkurang ketika seseorang fokus pada layar turut menjadi masalah.

Baca Juga: Tips dan Trik Mix and Match Blus Floral agar Tampil Stylish dan Tidak Berlebihan!

Baca Juga: Mix and Match Kemeja Kotak-Kotak untuk Hijabers Kediri, Ini Yang Wajib Kamu Tiru!

Padahal, berkedip membantu menjaga permukaan mata tetap lembap. Ketika frekuensi berkedip menurun, mata lebih mudah mengalami kekeringan dan iritasi.

Gejala CVS cukup beragam. Keluhan yang dapat muncul antara lain mata lelah, pegal, perih, kering, merah, atau berair. Penglihatan kabur, penglihatan ganda, sakit kepala, hingga kesulitan mempertahankan fokus juga dapat dirasakan setelah penggunaan perangkat dalam waktu lama.

Dampaknya tidak hanya pada mata. Posisi tubuh yang kurang baik ketika menggunakan komputer dapat membuat leher, bahu, dan punggung terasa tegang atau tidak nyaman.

Untuk mengurangi keluhan, pengguna perangkat digital dapat menerapkan aturan 20-20-20. Setelah menatap layar selama sekitar 20 menit, pandangan dialihkan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama sedikitnya 20 detik.

Baca Juga: Spoiler atau Sekadar Bahas Cerita, Di Mana Batasnya?

Selain memberikan jeda, pencahayaan ruangan juga perlu diperhatikan. Pengguna sebaiknya menghindari ruangan yang terlalu gelap maupun cahaya yang terlalu terang dan menyilaukan.

Jarak serta posisi monitor juga perlu diatur agar kepala dan leher tetap berada dalam posisi nyaman.

Kebiasaan berkedip perlu dijaga, terutama ketika sedang membaca atau bekerja di depan layar. Setelah duduk cukup lama, pengguna juga dianjurkan berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan ringan.

Baca Juga: Niat Istirahat Lima Menit, Malah Satu Jam: Kenapa Kita Sulit Berhenti Scrolling?

Penggunaan perangkat sebelum tidur sebaiknya turut dibatasi agar tubuh memiliki waktu beristirahat.

Pemeriksaan mata secara berkala juga penting, terutama bagi mereka yang sering mengalami keluhan penglihatan.

Pemeriksaan dapat membantu mengetahui apakah keluhan disebabkan oleh kelelahan mata atau terdapat gangguan penglihatan lain yang memerlukan penanganan.

Baca Juga: Sinopsis Terikat Janji Episode 148, Davina Terancam, Aksi Heroik Sena Bikin Jantungan

Penggunaan komputer dan gawai memang sulit dihindari dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, yang perlu diperhatikan adalah cara penggunaannya.

Dengan mengatur durasi, memberikan jeda, menjaga pencahayaan, serta memperhatikan posisi layar dan tubuh, risiko keluhan akibat CVS dapat diminimalkan.

Editor : Shinta Nurma Ababil
Computer Vision Syndrome CVS kesehatan mata