Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sambut Imlek: Cari Tahu Urutan dan Makna 12 Shio Berdasarkan Legenda Kuno

Ayu Ismawati • Kamis, 12 Februari 2026 | 03:00 WIB
Ilustrasi 12 shio.
Ilustrasi 12 shio.

JP Radar Kediri- Perbincangan soal shio selalu menghangat setiap mendekati Tahun Baru Imlek. Sebagian orang menantikannya untuk sekadar hiburan, sebagian lain benar-benar menjadikannya bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Namun, di balik ramalan peruntungan itu, ada kisah panjang tentang asal-usul 12 shio dalam astrologi Tionghoa yang menarik ditelusuri.

Legenda di Balik 12 Shio

Menurut cerita rakyat Tiongkok yang paling populer, 12 shio berasal dari sayembara yang digelar Kaisar Langit (Giok Hong). Sang kaisar ingin menentukan penanggalan waktu berdasarkan siklus tahun dan mengundang seluruh hewan untuk datang ke istananya.

Urutan kedatangan hewan-hewan itulah yang kemudian menjadi urutan shio. Tikus menjadi yang pertama, disusul kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi.

Kisah kecerdikan tikus menjadi bagian paling terkenal. Konon, tikus menumpang di punggung kerbau saat menyeberangi sungai.

Sesampainya di garis akhir, tikus melompat lebih dulu sehingga menjadi shio pertama. Cerita ini kerap dimaknai sebagai simbol kecerdikan mengalahkan kekuatan fisik.

Meski bersifat legenda, kisah tersebut diwariskan turun-temurun dan menjadi bagian penting budaya Tionghoa.

Bukan Sekadar Tahun Lahir

Dalam astrologi Tionghoa, shio tidak hanya ditentukan oleh tahun lahir. Ada pula konsep lima elemen—kayu, api, tanah, logam, dan air—yang berputar setiap dua tahun.

Kombinasi shio dan elemen inilah yang dipercaya memengaruhi karakter serta peruntungan seseorang.

Karena itu, seseorang yang sama-sama bershio kuda, misalnya, bisa memiliki karakter berbeda jika elemennya tidak sama.

Masih Relevankah di Era Modern?

Di tengah kehidupan modern, shio tetap mendapat tempat. Bagi sebagian masyarakat Tionghoa, ramalan shio menjadi panduan membaca peluang, terutama dalam hal bisnis, karier, dan relasi. Namun banyak pula yang memandangnya sebagai tradisi budaya dan hiburan semata.

Pengamat budaya Tionghoa menilai, keberlanjutan kepercayaan terhadap shio lebih karena nilai filosofinya. Setiap shio membawa pesan moral—kerja keras, kehati-hatian, keberanian, atau kecerdikan.

Bagaimana Korelasinya dengan Tahun Kuda Api 2026?

Tahun 2026 dalam kalender Tionghoa dikenal sebagai Tahun Kuda Api. Kuda melambangkan energi, keberanian, dan gerak cepat. Sementara elemen api identik dengan semangat, ambisi, dan perubahan besar.

Perpaduan keduanya sering diartikan sebagai tahun yang dinamis. Banyak praktisi feng shui memprediksi 2026 sebagai periode penuh peluang, tetapi juga menuntut keberanian mengambil keputusan.

Beberapa shio diperkirakan mendapat angin segar dalam karier dan usaha, sementara yang lain diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam keuangan dan hubungan.

Meski demikian, para pakar budaya mengingatkan bahwa ramalan shio sejatinya bersifat reflektif. Ia bisa menjadi motivasi untuk memperbaiki diri, bukan penentu mutlak nasib seseorang.

Antara Tradisi dan Keyakinan

Pada akhirnya, shio adalah bagian dari warisan budaya yang memperkaya perayaan Imlek. Terlepas percaya atau tidak, kisah 12 shio menyimpan nilai-nilai tentang kecerdikan, kerja keras, dan harmoni dengan waktu.

Dan mungkin, di situlah daya tariknya bertahan ribuan tahun: shio bukan sekadar ramalan, melainkan cermin harapan di setiap pergantian tahun.

 Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : rekian
#astrologi Tionghoa #tahun 2026 #tahun baru imlek #12 shio #kuda api #imlek