Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Multitasking Bikin Otak Lemot? Ini Fakta Medis yang Jarang Diketahui!

Internship Radar Kediri • Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:27 WIB

overload
overload
JP Radar Kediri - Mata fokus ke tugas di layar laptop, tangan sibuk membalas notifikasi organisasi di ponsel, sementara telinga menyimak materi webinar pengembangan diri. Kita menyebutnya multitasking. Inilah kebiasaan mahasiswa dan pekerja sekarang ini. Rasanya memang sangat produktif dan efisien, tapi kamu tahu nggak kalo kebiasaan ini justru membuat otak kita bekerja lebih lambat? 

Baca Juga: Efek Scrolling tiktok Berlebihan pada Otak Dampak Negatif yang Perlu Kamu Tahu

Kita merasa bangga jika bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu. Padahal, Earl Miller, seorang neurosaintis dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), menegaskan bahwa otak manusia tidak didesain untuk multitasking. Berbeda dengan komputer yang memiliki banyak prosesor untuk menjalankan berbagai aplikasi sekaligus, otak kita bekerja secara serial. 

Saat kamu sedang melakukan dua hal bersamaan, otak kamu sebenarnya tidak melakukan keduanya secara bersamaan, melainkan Task-Switching. Otak dipaksa berpindah fokus dengan sangat cepat dari tugas satu ke tugas lainnya, lalu kembali lagi ke tugas satu. 

Baca Juga: Anti Lemot, Lima Makanan Ini Bikin Otak Makin Cemerlang

Setiap kali kita berpindah fokus, ada harga mahal yang harus dibayar. Riset Gloria Mark dari University of California, Irvine, menyatakan bahwa rata-rata manusia membutuhkan waktu 23 menit 15 detik untuk bisa kembali ke tingkat konsentrasi penuh setelah terdistraksi. Jadi, jika kamu mengecek notifikasi media sosial sekali setiap sepuluh menit, sebenarnya otak kamu tidak pernah benar-benar mencapai fase fokus yang dalam.

Sebuah studi dari Institute of Psychiatry di University of London mengungkapkan bahwa orang yang memaksakan diri untuk multitasking dengan media elektronik mengalami penurunan IQ sementara hingga 10 poin. Angka ini lebih parah daripada efek kurang tidur semalam, dan dua kali lipat lebih buruk daripada efek penurunan kognitif akibat mengonsumsi ganja.

Baca Juga: Jangan Remehkan Begadang, Ini Dampak Seriusnya untuk Kinerja Otak

Pada era digital ini, kemampuan untuk melakukan Monotasking atau fokus pada satu hal saja justru menjadi kekuatan utama. Cobalah untuk menjauhkan ponsel saat bekerja dan terapkan teknik belajar dengan jeda istirahat yang teratur. Ingat! Sibuk tidak selalu sama dengan produktif. Lebih baik satu tugas selesai dengan sempurna, daripada lima tugas dikerjakan bersamaan namun hasilnya tidak maksimal.

Penulis adalah Dita Citra Oktaviana, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#manajemen waktu #pekerja #fokus #mahasiswa #multitasking #produktivitas #otak #kesehatan otak #produktif