Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Slow Living sebagai Solusi Stres Modern.

Internship Radar Kediri • Kamis, 29 Januari 2026 | 02:00 WIB

Slow Living
Slow Living

JP Radar Kediri- Pernahkah kamu merasakan waktu berjalan begitu cepat, pekerjaan tak kunjung usai, dan tubuh tetap lelah meski sudah beristirahat? Dalam dunia psikologi dan tata kota, kondisi ini kerap disebut fast-paced life , yakni gaya hidup serba cepat yang menuntut manusia untuk selalu produktif di setiap waktu.

Fenomena tersebut sejalan dengan gaya hidup masyarakat masa kini yang saling bersaing mencapai kata “sukses” dalam versi masing-masing. Tekanan inilah yang kemudian melahirkan sebuah gerakan bernama slow living , yang belakangan wara-wiri di media sosial.

Slow living bukan sekedar tren di Instagram. Konsep ini justru memiliki landasan ilmiah yang kuat sebagai penawar stres di tengah kehidupan modern.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah Pilih! Ini Cara Menentukan Warna Outfit Lebaran yang Cocok dengan Warna Kulit agar Tampil Menawan

Slow living tidak dimaknai sebagai bentuk pengungsi dari tanggung jawab atau kemalasan. Mengutip Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan (2023), slow living merupakan kesadaran untuk menikmati kehidupan yang padat dengan cara yang lebih santai dan bermakna, dengan menekan pemeliharaan ritme hidup, bukan menghindari aktivitas.

Prinsip utama dalam slow living adalah mindfulness atau kesadaran penuh. Melalui prinsip ini, seseorang diajak untuk hadir sepenuhnya dalam setiap aktivitas yang dijalani, alih-alih hidup dalam mode “ autopilot ”.

Baca Juga: Rahasia Lezatnya Sambal Tumpang Kediri: Mengapa Harus Pakai Tempe 'Busuk'?

Saat makan, seseorang benar-benar menikmati rasa makanan ( slow food ). Begitu pula saat membaca, fokus diarahkan untuk memahami isi bacaan tanpa gangguan ( slow books ).

Dalam penerapannya, slow living tidak harus dilakukan secara ekstrem. Perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang realistis, seperti mengurangi waktu penggunaan gawai, memasak makanan sendiri, serta fokus menyelesaikan satu pekerjaan dalam satu waktu.

Slow living juga mengajak seseorang untuk memilih kualitas dibandingkan kuantitas, baik dalam pekerjaan, hubungan sosial, maupun konsumsi informasi.

Baca Juga: SpongeBob: Kartun 'Abadi' yang Melampaui Zaman, Ternyata Begini Cara Nickelodeon Menjaga Popularitasnya!

Pada akhirnya, slow living bukan upaya untuk menolak kemajuan zaman. Konsep ini justru berfungsi sebagai penyeimbang di tengah kehidupan yang serba instan. Seperti yang diungkapkan dalam berbagai kajian ilmiah, hidup bukanlah perlombaan tentang siapa yang paling cepat mencapai garis akhir.

Di tengah ritme kehidupan masyarakat saat ini, berani berpikir sejenak bisa menjadi cara untuk kembali menemukan makna, ketenangan, dan keseimbangan dalam hidup.

Penulis adalah Arlintang Sekar Phambayun, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#lifestyle #kesehatan mental #well being #gaya hidup #Self Reflection #Slow Living #mindful living