Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bahan Alami Pengganti Disinfektan, Aman untuk Anak dan Hewan Peliharaan

Internship Radar Kediri • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 12:23 WIB
Disinfektan dapat Dibuat dari Bahan Alami agar Lebih Aman
Disinfektan dapat Dibuat dari Bahan Alami agar Lebih Aman

JP RADAR KEDIRI- Banyak produk disinfektan di pasaran mengandung bahan kimia keras. Yakni amonia, fenol, atau klorin. Zat-zat ini memang efektif membunuh bakteri dan virus. Tetapi bisa meninggalkan residu berbahaya di permukaan rumah.

Bila terhirup, dijilat, atau terkena kulit secara terus-menerus, bahan tersebut dapat menyebabkan iritasi. Termasuk pula gangguan pernapasan hingga reaksi alergi. Terutama pada anak-anak dan hewan peliharaan yang sering beraktivitas di lantai.

Kondisi inilah yang mendorong banyak keluarga mulai beralih ke pembersih alami yang tidak hanya aman tetapi juga ramah lingkungan. Bahan-bahan seperti cuka, lemon, atau minyak esensial sebenarnya sudah lama digunakan dalam tradisi rumah tangga sebagai agen pembersih.

Baca Juga: 7 Barang Rumah Tangga Ini Perlu Diganti Rutin agar Tetap Higienis

Dengan sedikit modifikasi, bahan dapur tersebut bisa menjadi pengganti disinfektan kimia tanpa mengurangi efektivitas kebersihannya. Berikut beberapa bahan alami yang bisa kamu coba di rumah:

1. Cuka Putih

Cuka putih adalah salah satu bahan pembersih alami paling populer. Mengandung asam asetat yang mampu membunuh sebagian besar bakteri, jamur, dan kuman penyebab bau. Campurkan satu bagian cuka dengan satu bagian air hangat, masukkan ke dalam botol semprot, lalu gunakan untuk membersihkan permukaan dapur, gagang pintu, jendela, atau meja makan.

Untuk meningkatkan efek disinfektan dan aromanya, kamu bisa menambahkan beberapa tetes minyak esensial seperti lemon atau lavender. Namun, perlu diperhatikan bahwa cuka tidak boleh digunakan pada batu alam seperti marmer, granit, atau travertine, karena sifat asamnya bisa mengikis permukaan batu. 

Baca Juga: Kesalahan Kecil di Rumah yang Bisa Membuat Tagihan Listrik Membengkak

2. Baking Soda

Selain dikenal sebagai bahan pengembang kue, baking soda memiliki sifat abrasif ringan yang ampuh mengangkat kotoran membandel tanpa merusak permukaan. Campurkan tiga sendok makan baking soda dengan setengah gelas air hangat untuk membuat pasta pembersih serbaguna.

Gunakan campuran ini untuk menggosok wastafel, lantai kamar mandi, atau bagian bawah panci yang berkerak. Baking soda juga efektif menyerap bau tidak sedap di lemari es atau tempat sampah. Jika ingin efek pembersihan yang lebih kuat, kamu bisa mencampurkannya dengan sedikit cuka—reaksi keduanya akan menghasilkan busa lembut yang membantu melunakkan noda membandel.

3. Minyak Esensial Tea Tree

Minyak tea tree atau tea tree oil berasal dari daun pohon Melaleuca alternifolia, yang dikenal memiliki sifat antimikroba, antijamur, dan antivirus alami. Campurkan sekitar 10 tetes tea tree oil dengan 250 ml air dan satu sendok teh cuka putih. Tuangkan ke botol semprot, kocok rata, dan gunakan untuk membersihkan permukaan meja, lantai, atau bahkan mainan anak.

Baca Juga: Tips Praktis dan Mudah Mengatasi Noda Berkarat pada Baju, Aman untuk Dicoba

Selain efektif membunuh kuman, cairan ini juga meninggalkan aroma segar yang menenangkan tanpa efek samping bagi hewan peliharaan. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak tea tree bisa mengurangi pertumbuhan jamur di area lembap seperti kamar mandi dan dapur. Jangan gunakan minyak tea tree langsung pada kulit hewan peliharaan tanpa pengenceran karena bisa menyebabkan iritasi pada kulit sensitif.

4. Lemon

Lemon bukan hanya buah dengan aroma menyegarkan, tapi juga pembersih alami berkat kandungan asam sitratnya. Sifatnya mampu melarutkan lemak, memutihkan noda, serta melawan bakteri ringan di dapur.

Perasan lemon bisa digunakan untuk membersihkan talenan kayu, peralatan dapur dari stainless steel, atau keran yang mulai kusam. Campurkan jus lemon dengan sedikit air dan garam untuk membuat pembersih alami beraroma segar.

Baca Juga: Wajib Tahu! 15 Makanan Ini Sebaiknya Tidak Disimpan di Kulkas

Selain itu, lemon juga dapat digunakan untuk menghilangkan bau amis pada kulkas atau tempat cuci piring. Cukup letakkan potongan lemon di dalam kulkas atau gosokkan langsung ke permukaan yang berbau.

5. Alkohol Nabati (Ethanol Food Grade)

Alkohol nabati adalah bentuk etanol yang dibuat dari fermentasi bahan alami seperti gula tebu atau jagung. Dengan kadar 60–70%, alkohol ini cukup kuat untuk membunuh sebagian besar bakteri dan virus, tetapi lebih aman bila dibandingkan alkohol sintetis atau isopropil alkohol.

Kamu bisa menggunakannya untuk membersihkan permukaan gadget, kaca, gagang pintu, atau toilet. Karena cepat menguap, alkohol nabati tidak meninggalkan residu berbahaya yang mungkin dijilat oleh hewan atau disentuh oleh anak. Jika ingin versi yang lebih lembut, tambahkan beberapa tetes aloe vera gel atau gliserin alami untuk menjaga kelembapan kulit saat digunakan sebagai pembersih tangan.

Baca Juga: Benarkah Kualitas Telur Bisa Menurun? Jangan Asal Simpan, Begini Cara Tepatnya

6. Hidrogen Peroksida (3%)

Sebagai tambahan, The Spruce juga merekomendasikan penggunaan hidrogen peroksida dengan konsentrasi rendah (3%) sebagai alternatif disinfektan aman. Bahan ini memiliki kemampuan membunuh virus dan bakteri, tetapi tanpa bau menyengat seperti klorin.

Cukup semprotkan langsung ke permukaan, biarkan beberapa menit agar bereaksi, lalu lap dengan kain bersih. Hidrogen peroksida aman untuk anak dan hewan selama digunakan dengan hati-hati dan tidak tertelan.

Kebersihan rumah yang aman tidak selalu membutuhkan bahan kimia keras. Dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti cuka, baking soda, lemon, minyak esensial, dan alkohol nabati, kamu bisa menjaga lingkungan rumah tetap higienis tanpa mengorbankan kesehatan keluarga.

Selain lebih ramah bagi anak dan hewan peliharaan, bahan alami juga lebih ramah lingkungan karena tidak mencemari air maupun udara di sekitar rumah. Mulailah mengganti produk pembersih kimia sedikit demi sedikit. Dengan kebiasaan sederhana ini, kamu tak hanya melindungi keluarga, tapi juga ikut menjaga bumi agar tetap sehat dan lestari.

Artikel ini Ditulis Oleh Redinta Rachma Ayshafa, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#disinfektan #reaksi alergi #minyak esensial #fenol #etanol #cuka putih #baking soda #bahan kimia #hidrogen peroksida #kebersihan rumah #Amonia #klorin #Iritasi #gangguan pernapasan #lemon