Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Biar Tahan Bertahun-Tahun! Ini Rahasia Peralatan Kayu Tetap Awet & Bebas Jamur

Internship Radar Kediri • Jumat, 26 September 2025 | 17:00 WIB
Merawat Peralatan Dapur Berbahan Kayu Dapat Dilakukan dengan Mudah
Merawat Peralatan Dapur Berbahan Kayu Dapat Dilakukan dengan Mudah

JP RADAR KEDIRI-Peralatan dapur dari kayu—seperti sendok, spatula, mangkuk, atau talenan—memiliki daya tarik tersendiri. Selain memberi kesan alami dan hangat di dapur, peralatan ini juga lebih ramah terhadap permukaan panci anti lengket dibanding peralatan logam. Namun, bahan kayu memiliki kelemahan: mudah menyerap air, cepat lembap, dan rentan ditumbuhi jamur bila tidak dirawat dengan benar.

Banyak orang tidak sadar bahwa kebiasaan sederhana seperti merendam terlalu lama, tidak mengeringkan dengan benar, atau menyimpannya di tempat lembap bisa mempercepat kerusakan kayu. Agar peralatan kayu tetap awet, higienis, dan bebas jamur, berikut adalah beberapa rahasia perawatan yang bisa dilakukan di rumah.

1. Cuci dengan Air Hangat dan Manual

Kayu tidak boleh dibersihkan dengan cara sembarangan. Gunakan air hangat dan sabun cuci piring biasa untuk menghilangkan noda dan sisa makanan. Suhu air yang hangat membantu melarutkan minyak tanpa membuat serat kayu rusak. Penting juga untuk selalu mencucinya dengan tangan.

Baca Juga: 9 Aroma yang Tidak Disukai Kucing Dijamin Tidak BAB Sembarangan, Sebagian Ada di Dapur!

Jangan sekali-kali memasukkan peralatan kayu ke mesin pencuci piring (dishwasher), karena suhu tinggi, putaran mesin, dan paparan air yang terlalu lama bisa membuat kayu melengkung, retak, atau kehilangan keindahan alaminya. Dengan pencucian manual, kamu bisa mengontrol tekanan dan menjaga permukaan kayu tetap halus.

2. Lap Setelah Dicuci dan Keringkan Secara Menyeluruh

Salah satu kesalahan paling sering dilakukan adalah membiarkan peralatan kayu mengering dengan sendirinya setelah dicuci. Air yang tertinggal di permukaan atau meresap ke dalam serat kayu akan menciptakan kondisi lembap yang ideal untuk pertumbuhan jamur.

Karena itu, setelah dicuci, segera lap peralatan kayu dengan kain bersih hingga kering. Setelah itu, simpan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik, misalnya ditaruh tegak di rak terbuka. Dengan cara ini, peralatan benar-benar kering sebelum disimpan kembali, sehingga umur pakainya jauh lebih panjang.

Baca Juga: Rempah Sejuta Manfaat! Ini Alasan Kenapa Merica Hitam Wajib Ada di Dapur Anda

3. Jangan Direndam Terlalu Lama

Merendam kayu dalam air sering dianggap cara mudah mengangkat kotoran yang menempel. Padahal, hal ini justru berbahaya bagi peralatan kayu. Air yang meresap terlalu lama akan membuat kayu membengkak, lalu menyusut saat kering, sehingga lama-kelamaan bisa retak atau melengkung.

Selain itu, kondisi basah dalam waktu lama akan mempercepat munculnya jamur di pori-pori kayu. Jika ada noda membandel, cukup gosok dengan spons lembut atau gunakan kombinasi garam kasar dan potongan lemon sebagai scrub alami. Cara ini lebih aman sekaligus menjaga kayu tetap higienis.

4. Olesi dengan Minyak Secara Berkala

Sama seperti kulit manusia yang butuh pelembap, kayu juga membutuhkan perlindungan ekstra agar tetap lentur dan tidak kering. Peralatan kayu yang dibiarkan tanpa perawatan akan terasa kasar, cepat retak, dan terlihat kusam.

Baca Juga: 3 Tanaman Herbal Dapur Ini Terbukti Ampuh Jaga Kesehatan Tubuh secara Alami

Untuk menjaga kelembapan, oleskan minyak mineral khusus food-grade, minyak kelapa, atau beeswax setiap beberapa minggu sekali. Artikel Mountain Rose Herbs menjelaskan bahwa minyak mineral food-safe sering dijadikan pilihan utama untuk menghidrasi dan melindungi kayu agar tidak cepat kering, kusam, memperkuat permukaan, menghindari bau, dan noda.

Caranya sederhana: setelah peralatan benar-benar kering, oleskan minyak tipis-tipis dengan kain bersih, biarkan beberapa jam atau semalaman, lalu lap sisa minyak yang tidak terserap. Perawatan ini akan membuat kayu tetap halus, tahan air, dan memiliki kilau alami yang indah.

5. Jangan Disimpan di Tempat Lembap

Lingkungan penyimpanan berperan besar dalam menjaga kondisi peralatan kayu. Menyimpannya di tempat tertutup yang lembap, seperti laci tanpa ventilasi, bisa mempercepat pertumbuhan jamur dan menimbulkan bau apek. Sebaiknya, letakkan peralatan kayu di rak terbuka atau gantung agar mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

Baca Juga: Tak Perlu Pupuk Mahal, Ini Cara Menyuburkan Tanaman dengan Limbah Dapur

Hindari juga menyimpannya di dekat sumber panas berlebih, misalnya di atas kompor atau dekat oven, karena suhu tinggi bisa membuat kayu cepat kering dan retak. Dengan penyimpanan yang tepat, peralatan kayu tidak hanya lebih awet, tapi juga selalu siap dipakai tanpa bau yang mengganggu.

Merawat peralatan kayu memang membutuhkan perhatian khusus, tetapi hasilnya sepadan. Dengan mencuci manual menggunakan air hangat, mengeringkan secara menyeluruh, menghindari rendaman lama, rutin mengoleskan minyak, dan menyimpannya di tempat kering, kamu bisa memperpanjang umur peralatan kayu hingga bertahun-tahun. Peralatan kayu yang terawat bukan hanya tampak lebih indah, tetapi juga lebih higienis dan nyaman digunakan untuk memasak sehari-hari.

 

Artikel ini Ditulis Oleh Redinta Rachma Ayshafa, Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Jauhar Yohanis
#peralatan dapur modern #direndam #beeswax #awet dan tahan lama #Lembap #kayu #minyak kelapa #Bebas Jamur #Cuci dengan air hangat