Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bahaya Mikroplastik, Racun Laut yang Diam-Diam Masuk ke Tubuh Kita!

Ilmidza Amalia Nadzira • Selasa, 19 Agustus 2025 | 00:35 WIB

Gambar lautan yang tercemar oleh sampah plastik, Sora.ai
Gambar lautan yang tercemar oleh sampah plastik, Sora.ai

JP Radar Kediri - Laut selama ini menjadi sumber kehidupan, bukan hanya bagi manusia, tapi juga jutaan makhluk hidup lainnya. Dari laut, kita mendapat ikan, garam, hingga oksigen dari plankton.

Sayangnya, di balik indahnya biru samudra, ada ancaman serius yang kini semakin nyata: mikroplastik. Potongan plastik berukuran sangat kecil ini sudah ditemukan hampir di semua perairan dunia, dari pantai dangkal hingga palung terdalam.

Mikroplastik tidak hanya merusak ekosistem laut, tapi juga bisa berakhir di tubuh manusia. Ikan, kerang, bahkan plankton bisa menelan partikel ini, lalu racun yang menempel ikut masuk ke tubuh mereka. Saat manusia makan hasil laut, otomatis mikroplastik pun ikut masuk ke tubuh kita.

Baca Juga: Jangan Sepelekan! Ini Bahaya Sampah Elektronik bagi Lingkungan

Lebih parah lagi, sumber mikroplastik tidak hanya dari sampah plastik yang dibuang sembarangan. Setiap kali kita mencuci pakaian berbahan sintetis, menggunakan sabun atau scrub wajah dengan butiran kecil (microbeads), hingga membuang botol plastik sekali pakai, kita ikut menyumbang pencemaran laut. Karena sulit terurai, partikel ini bisa bertahan ratusan tahun di laut.

Apa Itu Mikroplastik?

Mikroplastik adalah serpihan plastik berukuran kurang dari 5 milimeter. Ada dua jenis:

Primer → dibuat langsung dalam ukuran kecil (contohnya microbeads di produk kecantikan).

Sekunder → berasal dari plastik besar yang pecah karena sinar matahari atau abrasi.

Karena ukurannya sangat kecil, mikroplastik mudah masuk ke rantai makanan laut. Dari plankton → ikan kecil → ikan besar → sampai akhirnya kita yang memakannya.

Baca Juga: 7 Hewan Langka Indonesia yang Hampir Punah, Nomor 3 Cuma Tinggal Ratusan Ekor!

Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Laut?

Sampah plastik sekali pakai: botol, kantong, dan sedotan yang hancur jadi partikel kecil.

Pakaian sintetis: sekali dicuci, bisa melepas jutaan serat mikro ke saluran air.

Produk kecantikan/perawatan tubuh: sabun, pasta gigi, atau scrub wajah yang dulu mengandung microbeads.

Ban kendaraan: partikel dari ban yang aus ikut menyumbang mikroplastik ke lingkungan.

Bahkan, penelitian IUCN (2017) menyebutkan 35% mikroplastik di laut berasal dari pencucian pakaian sintetis.

Dampak untuk Laut dan Manusia

Mikroplastik sudah ditemukan di tubuh berbagai hewan laut, dari plankton hingga ikan besar. Akibatnya, hewan bisa mengalami gangguan pencernaan, pertumbuhan, bahkan reproduksi. Mikroplastik juga bisa menyerap bahan kimia berbahaya yang kemudian masuk ke rantai makanan.

Baca Juga: Bukan Kucing atau Anjing! Ini 6 Jenis Kura-Kura Cantik yang Bisa Jadi Teman Hidup Puluhan Tahun

Bagi manusia, risikonya semakin nyata. Penelitian menemukan mikroplastik di ikan, udang, cumi, bahkan dalam darah, hati, hingga organ reproduksi manusia. Dampaknya antara lain: peradangan, gangguan imun, ketidakseimbangan hormon, hingga risiko pada otak dan jantung.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Kurangi plastik sekali pakai: pakai botol isi ulang, tas kain, atau sedotan logam.

Pasang filter pada mesin cuci untuk menyaring serat sintetis.

Hindari produk dengan microbeads, pilih bahan alami.

Baca Juga: Inilah Deretan Fakta Menarik tentang Lumba-Lumba yang Jarang Diketahui

Dukung aturan ramah lingkungan dan ikut kampanye peduli laut.

Mikroplastik bukan masalah kecil. Kalau dibiarkan, laut akan semakin tercemar dan kesehatan manusia ikut terancam. Ingat, apa yang kita buang ke laut suatu hari bisa kembali ke meja makan kita.

Author: Muhammad Rafli Wicaksono

PSDKU Politeknik Negeri Malang di Kota Kediri

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#mikroplastik #ekosistem laut #polusi plastik #pencemaran laut #gangguan pencernaan