KEDIRI, JP Radar Kediri– Event bergengsi Kediri Fashion batik Festival (KFBF) 2025 kembali menyapa warga Kediri.
Kemarin Minggu (10/8), ratusan peserta antusias mengikuti casting model di Ruang Rapat Joyoboyo Pemkab Kediri.
Seluruh peserta berjuang keras menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tak hanya bermodal paras rupawan.
Mereka juga unjuk talenta dan bakat dalam event ini. Salah satunya kemampuan catwalk. Embran Nawawi, selaku pengarah acara sekaligus fashion conceptor KFBF mengatakan tahun ini berbeda dengan tahun lalu.
Kalau tahun lalu hanya diambil dua orang. “Tahun ini saya sengaja ambil empat orang. Jadi konsepnya peragaan berkeluarga,” ujar Embran.
Panggung talenta ini dibuka bagi seluruh warga Kabupaten Kediri untuk tampil dan berkontribusi dalam KFBF 2025.
Casting dibagi menjadi tiga kategori penjurian. Kategori A yakni kategori kids untuk model anak-anak usia 5–10 tahun. Kategori B khusus untuk remaja dengan usia 11–17 tahun.
Sedangkan, kategori C yakni dewasa dapat diikuti oleh masyarakat Kediri usia 18–30 tahun. Dengan konsep yang baru ini, sebuah tugas dan misi baru harus diterapkan.
“Karena konsep baru, saya punya banyak PR (pekerjaan rumah, red) untuk memilih empat orang dengan punya kemiripan dan chemistry yang bagus,” tambah Embran.
Dia menegaskan bahwa konsep transisi masa lalu dan masa sekarang akan terus dibawa. “Kediri luar biasa di historicalnya, jadi saya harus memastikan next muse akan bisa membawa wajah Kediri dengan baik,” tegasnya.
Acara casting kemarin berlangsung meriah. Pasalnya turut mengundang muse KFBF 2024 terpilih.
Yakni Ghea Agneta dan Syafi’ Ramadhani. Mereka membuka acara dengan peragaan busana yang sangat memukau.
“Semoga mereka tidak hanya mengenakan busana Kediri. Namun mereka bisa menjadi role model anak-anak kediri terkhusus generasi Z,” harap keduanya.
Casting yang diikuti ratusan peserta ini meninggalkan kesan mendalam. Seperti yang dirasakan oleh Hennest, salah satu peserta asal Plosoklaten.
“Casting tadi lancar banget, meskipun degdegan sedikit. Berharap besar bisa lolos dan menjadi wajah Kediri tahun ini,” akunya.
Editor : Andhika Attar Anindita