JP Radar Kediri - Sidang lanjutan kasus yang menjerat Nikita Mirzani kembali memanas. Rekaman yang ia minta diputar di ruang sidang, selalu ditolak majelis hakim dalam persidangan.
Hal ini juga berlaku dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (7/8). Nikita Mirzani kembali mencuri perhatian dengan kekeh memohon-mohon supaya hakim mau memutarkan rekamannya.
Rekaman tersebut diduga berisi dugaan pengkondisian kasus yang menjeratnya melibatkan Reza Gladys. Karena tak pernah didengarkan, banyak publik yang penasaran dengan rekaman tersebut.
Baca Juga: Video Lawas Nikita Mirzani Berlutut di Kaki Dokter Reza Gladys Kembali Viral, Pernah Sedekat Ini?
Dampak Rekaman Rikita Mirzani
Kuasa hukum dan saksi menyebut rekaman misterius itu diyakini dapat membongkar praktik penyalahgunaan dua institusi sekaligus. Rekaman tersebut memuat nama-nama penting yang selama ini tak muncul di publik.
Pengacara Nikita, Fahmi Bachmid, menegaskan bahwa bukti rekaman itu bisa mengungkap fakta besar di balik proses hukum yang dijalani kliennya.
Bahkan, isu ini disebut telah sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto. “Ada dua institusi yang disalahgunakan untuk mengkriminalisasi Nikita,” kata Fahmi, dikutip dari Youtube Denny Sumargo.
Baca Juga: Nikita Mirzani Nangis Hingga Ambruk, Majelis Hakim Kekeh Tolak Putar Rekaman!
Isi Rekaman yang Ditunggu Publik
Rekaman itu sudah berada dalam sebuah flashdisk yang sudah diserahkan kepada majelis hakim.
Menurut Fahmi, dalam surat resmi yang diberikan ke pengadilan, Nikita secara jelas menyebut beberapa nama yang diyakini terlibat dalam upaya menjebaknya.
Pada sidang kemarin, Nikita sempat memutar rekaman itu menggunakan mikrofon. Sayangnya, suara yang keluar terdengar putus-putus dan kurang jelas.
“Insya Allah Kamis depan akan diputar lebih jernih. Kita akan lihat apa yang terjadi,” ucap Fahmi.
Di luar ruang sidang, isu rekaman misterius ini sudah menyebar luas di media sosial. Banyak yang menduga isi rekaman memuat bukti kuat keterlibatan pihak-pihak berpengaruh.
Bagi Nikita, momen pemutaran rekaman Kamis nanti adalah kesempatan emas untuk membuktikan dirinya tak bersalah.
Selama ini, ia merasa kasus yang menjeratnya telah digiring ke arah opini pemerasan, padahal pasal tersebut akhirnya dihapus dari dakwaan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Shinta Nurma Ababil