JP Radar Kediri – Popularitas matcha terus meroket seiring meningkatnya tren hidup sehat di kalangan masyarakat urban.
Minuman berbasis bubuk teh hijau asal Jepang ini bukan hanya digemari karena warnanya yang mencolok dan rasanya yang khas, tapi juga karena dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Namun di balik itu, banyak yang belum mengetahui bahwa matcha juga mengandung kafein dalam jumlah yang tidak sedikit.
Dalam satu cangkir matcha (sekitar 1 gram bubuk), kandungan kafeinnya bisa mencapai 60–70 miligram, tergantung takaran penyajian. Jumlah ini mendekati kafein dalam kopi, meski efeknya berbeda.
Tak seperti kopi yang bisa memicu efek gelisah atau detak jantung meningkat, matcha cenderung memberikan sensasi yang lebih tenang dan berkelanjutan.
Hal ini disebabkan oleh kehadiran L-theanine, asam amino alami yang membantu meredam efek stimulasi kafein, sekaligus meningkatkan fokus dan konsentrasi.
Inilah sebabnya mengapa banyak orang, khususnya pelajar, pekerja kreatif, hingga mereka yang menjalankan ibadah tertentu, memilih matcha sebagai penunjang energi harian tanpa membuat tubuh ‘nge-drop’.
Bahkan sejumlah pakar kesehatan menyebut matcha sebagai "booster alami" yang lebih stabil dibandingkan kopi.
Selain dalam bentuk minuman, matcha kini diolah ke berbagai varian kuliner. Mulai dari dessert seperti es krim, brownies, dan mochi, hingga campuran smoothies dan overnight oats.
Namun masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap produk matcha yang diberi tambahan gula berlebih, karena bisa menurunkan nilai gizinya.
Pakar gizi menegaskan bahwa konsumsi kafein harian tetap perlu dibatasi.
Bagi orang dewasa sehat, maksimal 400 miligram per hari masih dianggap aman.
Sementara ibu hamil disarankan tidak mengonsumsi lebih dari 200 miligram per hari.
Dalam konteks budaya populer, matcha juga semakin sering tampil dalam kampanye gaya hidup hijau, mindfulness, dan keseimbangan mental.
Banyak komunitas wellness mulai memperkenalkan matcha sebagai bagian dari ritual meditasi atau yoga pagi hari.
Dengan kombinasi manfaat fisik dan efek menenangkan, matcha kini bukan hanya sekadar minuman kekinian, tapi juga simbol gaya hidup modern yang mengedepankan kesadaran dan kesehatan.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira