JP Radar Kediri - Idul Adha tinggal menghitung hari. Saat hari raya kurban tiba, stok daging biasanya melimpah di rumah-rumah warga. Namun, jika tidak ditangani dengan benar, daging bisa cepat rusak, berubah warna, bahkan tak layak konsumsi.
Dilansir dari laman BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), ada beberapa cara menyimpan daging kurban agar tetap segar dan tahan lama. Langkah-langkah ini penting untuk menjaga kualitas, kebersihan, dan kandungan gizi daging kurban.
Cuci Bersih, Tiriskan Sampai Kering
Langkah pertama adalah mencuci daging dengan air mengalir untuk menghilangkan darah dan kotoran. Setelah dicuci, tiriskan hingga benar-benar kering. Kelembaban tinggi bisa mempercepat pertumbuhan bakteri.
Potong Kecil dan Simpan Sesuai Porsi
Setelah bersih dan kering, potong daging sesuai kebutuhan. Simpan dalam ukuran porsi kecil dan bungkus menggunakan plastik food grade atau masukkan ke dalam wadah tertutup. Ini akan memudahkan saat akan digunakan kembali dan mempercepat pembekuan.
Perhatikan Suhu Penyimpanan
Untuk jangka pendek, simpan daging di kulkas bersuhu 0–4°C. Daging bisa bertahan 1–2 hari. Untuk penyimpanan lebih lama, simpan di freezer dengan suhu -18°C. Dalam kondisi ini, daging bisa awet hingga 6 bulan.
Jangan Sering Dikeluarkan Masuk Freezer
BAZNAS mengingatkan agar daging tidak sering keluar masuk dari freezer. Perubahan suhu bisa merusak tekstur dan kualitas daging. Pastikan juga pintu kulkas selalu tertutup rapat agar suhu di dalam tetap stabil.
Jaga Kualitas, Hindari Pemborosan
Menyimpan daging kurban dengan benar bukan sekadar menjaga kesegaran, tapi juga bagian dari menjaga keberkahan rezeki dan mencegah pemborosan. Dengan teknik yang tepat, daging bisa dinikmati lebih lama dan tetap aman dikonsumsi.
Dengan menyimpan daging kurban secara tepat, masyarakat dapat menghindari pemborosan sekaligus menjaga kualitas bahan makanan yang diterima. Penanganan yang benar juga memastikan daging tetap aman, higienis, dan layak dikonsumsi dalam jangka waktu lebih lama.
Mengelola daging secara cermat bukan hanya soal ketahanan pangan rumah tangga, tapi juga bagian dari gaya hidup sehat dan bertanggung jawab
Editor : Jauhar Yohanis