JP Radar Kediri - TikTok sering kali disorot karena membuat anak-anak dan remaja kecanduan menonton video tanpa henti. Kebiasaan ini menyebabkan mereka sulit tidur dan berpotensi terpapar konten yang kurang sesuai.
Masalah ini telah beberapa kali dibahas dalam sidang Senat Amerika Serikat. TikTok pun terus ditekan untuk bertanggung jawab atas dampak negatif aplikasinya terhadap anak-anak.
Kini, TikTok mencoba solusi yang terbilang sederhana namun cukup klasik. Platform ini memperkenalkan fitur meditasi terpandu dan pengingat untuk beristirahat di malam hari.
Baca Juga: 5 Spot Instagramable di Gunung Kelud, Surga Tersembunyi di Atas Awan yang Bikin Feed Makin Estetik
Fitur tersebut ditujukan untuk semua pengguna, namun secara otomatis aktif untuk pengguna di bawah 18 tahun. Jadi jika remaja masih membuka TikTok setelah pukul 10 malam, aplikasi akan menghentikan video dan menampilkan panduan meditasi.
Meditasi ini bertujuan untuk membantu mereka menenangkan diri dan bersiap tidur. Ini menjadi semacam jeda alami agar tidak terus-terusan menonton video hingga larut malam.
TikTok menyebut bahwa dalam uji coba, 98% remaja tidak mematikan fitur tersebut dan membiarkannya tetap aktif. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas remaja tidak merasa terganggu, bahkan mungkin merasa terbantu.
Baca Juga: Gak Kerasa Udah Selesai Ya? Ini 7 Momen Tak Terlupakan Saat di Bangku SMA yang Bakalan Bikin Kangen
Pengguna dewasa juga dapat mengaktifkan fitur meditasi ini secara manual melalui pengaturan "Waktu Layar". Fitur ini menjadi bagian dari upaya TikTok dalam mendukung penggunaan sehat terhadap aplikasinya.
Langkah TikTok ini mengikuti tren serupa di dunia teknologi. Saat ini, perangkat seperti smartwatch dan fitness tracker juga sudah menyertakan fitur meditasi dan pernapasan.
Browser seperti Opera pun ikut serta dengan menyediakan pengingat untuk istirahat dan meditasi ringan saat pengguna terlalu lama online. Semakin banyak teknologi yang mencoba mengurangi dampak negatif penggunaan gadget berlebih.
Baca Juga: Tampil Trendi Dengan Aksesoris Dari Batu
Banyak penelitian menyebut bahwa menggunakan layar sebelum tidur bisa mengganggu kualitas istirahat. Layar ponsel memancarkan cahaya biru yang dapat menghambat produksi hormon melatonin, hormon yang membantu tubuh tidur.
Penelitian yang diterbitkan di JAMA Journal menunjukkan bahwa penggunaan layar di tempat tidur meningkatkan risiko gangguan tidur sebesar 33%. Ini berlaku untuk segala usia, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.
Penelitian lain yang terbit di jurnal Frontiers in Psychiatry menyebutkan bahwa remaja yang menggunakan layar sebelum tidur berisiko 59% lebih besar mengalami insomnia. Bahkan setiap tambahan satu jam menatap layar bisa mengurangi waktu tidur hingga 24 menit.
Jika dibiarkan terus-menerus, hal ini bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang. Tidur yang cukup sangat penting untuk perkembangan otak dan konsentrasi, terutama pada anak-anak dan remaja.
Meskipun terlihat sederhana, fitur meditasi dari TikTok ini merupakan langkah awal yang patut diapresiasi. Sebagai salah satu platform terbesar dengan pengguna remaja yang sangat tinggi, langkah ini bisa berdampak besar jika dijalankan secara konsisten.
Baca Juga: Dimsum Beragam Varian, dari Siomay hingga Udang Rambutan. Coba Sekali Pati Ketagihan
TikTok juga menyatakan akan bekerja sama dengan para ahli kesehatan mental untuk terus menyempurnakan fitur ini. Selain itu, perusahaan menambah dana untuk mendukung inisiatif kesehatan digital di aplikasinya.
Melalui pendekatan ini, TikTok berusaha menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan ramah bagi generasi muda. Harapannya, penggunaan media sosial bisa lebih seimbang antara hiburan dan kesehatan.
Penulis : Asyfa Maulidina
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira