Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jika Manusia Tidak Bisa Lihat Udara, Apakah Ikan Bisa Lihat Air?

Internship Radar Kediri • Kamis, 1 Mei 2025 | 01:30 WIB
Jika Manusia Tidak Bisa Lihat Udara, Apakah Ikan Bisa Lihat Air?
Jika Manusia Tidak Bisa Lihat Udara, Apakah Ikan Bisa Lihat Air?

JP Rasar Kediri - Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa kita tidak bisa melihat udara, padahal kita tahu itu ada di sekitar kita?

Udara adalah campuran gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga mata manusia tidak dapat mendeteksinya secara langsung.

Namun, kita dapat merasakan kehadirannya melalui hembusan angin, pernapasan, atau ketika melihat asap atau debu terbawa olehnya.

Dengan pertanyaan ini sebagai landasan, muncul pertanyaan lain yang tak kalah menarik adalah jika manusia tidak bisa melihat udara, apakah ikan bisa melihat air?

Pertanyaan ini mengajak kita merenung lebih dalam tentang bagaimana makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Air bagi ikan adalah seperti udara bagi manusia, sesuatu yang mengelilingi mereka sepenuhnya, mutlak diperlukan untuk hidup, namun sangat familiar sehingga mungkin tak lagi disadari keberadaannya.

Bagi manusia, udara menjadi tak kasatmata bukan karena tidak nyata, tetapi karena mata kita telah beradaptasi untuk tidak memperhatikannya.

Hal serupa terjadi pada ikan dan air.

Secara ilmiah, air seperti udara, hampir tidak memiliki warna dalam jumlah kecil dan bersih.

Mata ikan, yang berevolusi di dalam lingkungan berair, kemungkinan besar juga tidak secara aktif “melihat” air itu sendiri, melainkan melihat objek-objek di dalam air adalah cahaya, gerakan, mangsa, bahaya, dan benda-benda di sekitarnya.

Sama seperti manusia tidak melihat udara, tetapi melihat efeknya pada benda-benda lain, ikan mungkin hanya menyadari air saat ada perubahan seperti arus, kekeruhan, atau suhu.

Jadi, walaupun secara teknis mereka "melihat melalui air", mereka tidak benar-benar melihat air itu sendiri.

Namun, perbedaan muncul ketika kita berbicara tentang visibilitas dalam media berbeda.

Cahaya merambat secara berbeda dalam air dibandingkan di udara, mempengaruhi penglihatan ikan.

Beberapa spesies bahkan mampu melihat dalam spektrum yang tidak bisa ditangkap oleh mata manusia, seperti ultraviolet, karena adaptasi mereka terhadap lingkungan bawah air.

Meskipun begitu, kemampuan ini tidak berarti mereka melihat air secara langsung, melainkan mereka memiliki cara yang berbeda dalam memahami lingkungan mereka melalui cahaya yang dibiaskan air.

Pertanyaan ini pada akhirnya bukan hanya soal kemampuan melihat, tetapi juga tentang persepsi.

Baik manusia maupun ikan hidup dalam elemen yang mendefinisikan keberadaan mereka, namun karena keterbatasan dan adaptasi sensorik, mereka mungkin tak menyadari media itu secara langsung.

Ini mengingatkan kita bahwa tidak semua yang nyata bisa dilihat, dan bahwa pengalaman makhluk hidup terhadap dunia sangat ditentukan oleh lingkungan dan evolusi mereka.

Jadi, jika manusia tidak bisa melihat udara, besar kemungkinan ikan pun tidak bisa melihat air.

Tapi itu tidak mengurangi pentingnya kedua elemen tersebut bagi kehidupan masing-masing.

Sebaliknya, hal ini justru membuka mata kita bahwa seringkali yang paling vital adalah yang paling tak terlihat.

Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#udara #air #ikan #melihat