JP, Radar Kediri – Kucing memang dikenal sebagai hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan.
Namun, siapa sangka, di balik tingkah lakunya yang manja, ada risiko tersembunyi yang bisa mengancam kesehatan manusia.
Salah satunya adalah bahaya serius akibat luka cakaran kucing yang tampak sepele, tetapi berpotensi menyebabkan infeksi berat.
Baca Juga: Mengenal Kucing Turkish Angora, Kucing Bulu Panjang Tertua di Dunia
Menurut keterangan medis, luka cakaran kucing bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri berbahaya bernama Bartonella henselae.
Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit cat scratch disease (CSD), atau dalam istilah awam disebut infeksi akibat cakaran kucing.
Gejala awalnya kerap tidak disadari: mulai dari bengkak ringan, kemerahan di area luka, hingga munculnya demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Baca Juga: Mengenal Tsundere, Karakter yang Memiliki Sifat Malu-malu Kucing Bikin Dunia Animanga Makin Seru!
Infeksi Tak Pandang Bulu
Infeksi akibat cakaran kucing tidak hanya menyerang orang dengan imun lemah seperti anak-anak, lansia, atau pasien dengan penyakit kronis.
Orang dewasa sehat pun tetap berisiko jika tidak segera melakukan perawatan luka dengan benar.
Bahkan, ada kasus-kasus tertentu di mana infeksi yang tidak tertangani menyebabkan pembengkakan kelenjar hingga ukuran besar, memicu demam tinggi, nyeri hebat, dan dalam situasi ekstrem, bisa menyebabkan radang otak ataupun gangguan saraf lainnya.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Mengapa Kucing selalu Menghilang saat Mati
Langkah Cepat Saat Tercakar
Jika mengalami cakaran kucing, berikut langkah cepat yang dianjurkan:
-
Cuci luka secepat mungkin dengan air bersih dan sabun antiseptik.
-
Keringkan luka dengan kain bersih atau tisu steril.
-
Oleskan salep antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri.
-
Pantau kondisi luka beberapa hari ke depan. Jika muncul gejala aneh, segera ke dokter.
Selain itu, bagi pemilik kucing, penting untuk rutin membawa hewan peliharaan ke dokter hewan guna memastikan kesehatannya.
Vaksinasi dan perawatan rutin bisa menekan risiko penyebaran bakteri berbahaya dari hewan ke manusia.
Pencegahan Lebih Baik
Para ahli juga menyarankan agar saat bermain dengan kucing, hindari gerakan yang dapat memancing kucing untuk mencakar.
Baca Juga: Seberapa Sering Kucing Perlu Dimandikan? Ini Penjelasannya!
Misalnya, jangan mengagetkan kucing saat ia sedang makan atau tidur. Pastikan kuku kucing rajin dipotong, dan biasakan mencuci tangan setelah memegang hewan peliharaan.
Bagi orang tua, disarankan mengawasi interaksi antara anak-anak dan kucing. Anak kecil cenderung lebih sering tercakar karena refleks mereka yang belum terkontrol saat bermain.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira