JP Radar Kediri – Pernah merasa ada yang “nggak beres” saat orang bicara dengan Anda? Mungkin saja, mereka sedang berbohong. Mendeteksi kebohongan bukanlah ilmu sihir, tapi gabungan dari observasi, intuisi, dan sedikit ilmu psikologi.
Menurut pakar perilaku dari Universitas Indonesia, Dr. Hadi Santosa, kebohongan sering kali meninggalkan jejak—bukan di TKP, tapi di bahasa tubuh dan cara bicara pelakunya. “Manusia cenderung menunjukkan micro-expression atau gerakan kecil yang tidak bisa dikontrol saat berbohong,” ujarnya.
Berikut lima tanda umum yang bisa menunjukkan seseorang sedang tidak berkata jujur:
1. Tatapan Mata Aneh
Kebanyakan orang mengira pembohong akan menghindari kontak mata. Tapi justru, beberapa malah terlalu menatap untuk meyakinkan Anda. Tatapan yang kaku, tidak wajar, atau berkedip terlalu sering bisa menjadi tanda.
2. Banyak Alasan dan Detail Tak Relevan
Pembohong cenderung memberikan penjelasan berlebihan. Mereka berusaha meyakinkan dengan detail yang sebenarnya tidak ditanya, berharap Anda tersesat dalam narasi panjang mereka.
3. Bahasa Tubuh Tidak Sinkron
Kata-kata bilang “Aku jujur kok,” tapi tubuh bilang sebaliknya. Misalnya, seseorang berkata “iya” sambil menggeleng, atau tersenyum dengan wajah tegang. Ketidaksesuaian ini bisa jadi red flag.
4. Sering Menyentuh Wajah
Gerakan seperti menggaruk hidung, menutupi mulut, atau mengusap leher merupakan reaksi stres dan kecanggungan. Tubuh berusaha secara tidak sadar menenangkan diri saat menyampaikan kebohongan.
5. Jawaban Terlalu Lambat atau Terlalu Cepat
Orang yang berbohong sering butuh waktu ekstra untuk menyusun cerita, atau sebaliknya, menjawab terlalu cepat karena sudah menyiapkan kebohongan sebelumnya. Keduanya bisa menjadi petunjuk.
Dr. Hadi menambahkan, meski tanda-tanda ini bisa membantu, tidak ada indikator tunggal yang pasti. “Selalu lihat konteks dan konsistensi. Dan yang paling penting, jangan langsung menghakimi hanya dari satu sinyal,” tutupnya.
Mengetahui tanda-tanda kebohongan bukan untuk mencurigai semua orang, tapi sebagai bentuk perlindungan diri. Karena dalam dunia yang penuh basa-basi ini, kejujuran kadang jadi barang langka—dan kita butuh radar yang tajam.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah