JP Radar Kediri - Seringkali terdengar mitos yang beredar di sekitar kita atau di lingkungan kita bahwa orang cegukan berarti ada yang sedang rindu kepadanya.
Namun, apakah hal tersebut benar adanya? ataukah hanya mitos belaka yang tersebar dari mulut ke mulut tanpa ada dasar ilmiahnya? simak penjelasan berikut :
Sayangnya, ilmu kedokteran berkata lain, cegukan atau dalam istilah medis disebut singultus, terjadi karena kontraksi tiba-tiba pada otot diafragma, yaitu otot yang memisahkan rongga dada dan perut.
Kontraksi ini menyebabkan udara masuk ke paru-paru secara mendadak, dan pita suara menutup cepat sehingga menimbulkan suara khas "hik".
- Cegukan sendiri dapat dipicu oleh beberapa hal, seperti :
- Makan terlalu cepat atau terlalu banyak
- Mengonsumsi makanan pedas, panas, atau bersoda
- Perubahan suhu yang drastis
- Kondisi emosional tertentu seperti stres atau tertawa berlebihan
Di beberapa budaya, termasuk Indonesia, mitos menyebut bahwa cegukan adalah pertanda seseorang sedang merindukan kita dengan sangat dalam dan bahkan, ada yang percaya bahwa semakin sering cegukan, semakin kuat kerinduan orang tersebut.
Namun, secara ilmiah, tidak ada bukti bahwa cegukan berhubungan dengan perasaan rindu orang lain, hal ini hanyalah kepercayaan turun-temurun yang lebih terkait dengan mitos dan tradisi daripada fakta sains.
Meski mitos mengatakan cegukan pertanda ada yang rindu, secara medis hal itu tidak terbukti dan cegukan murni reaksi tubuh akibat gangguan pada diafragma atau saraf tertentu , kalau tiba-tiba cegukan, jangan buru-buru mengira mantan sedang kangen, ya.
Penulis: Fikri Raihan Pratama, Mahasiswa Magang Universitas Pembangunan “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira