Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jarang diketahui ! Ini dia Ayam Asli dari Indonesia

Arif Miftaqhul Huda • Rabu, 9 April 2025 | 21:47 WIB

Ayam Ciparage, Ayam Khas Pesisir Karawang dan Kesayangan Adipati Singaperbangsa (Sumber : Wanayasa Farm)
Ayam Ciparage, Ayam Khas Pesisir Karawang dan Kesayangan Adipati Singaperbangsa (Sumber : Wanayasa Farm)

JP Radar Kediri- Di tengah dinamika industri peternakan modern, keanekaragaman ayam asli Indonesia tetap menyimpan cerita dan nilai budaya yang mendalam. Ayam-ayam lokal ini tidak hanya menjadi sumber protein berkualitas, tetapi juga cermin tradisi dan kearifan peternakan yang telah diwariskan turun-temurun. Di balik setiap jenis ayam tersimpan keunikan yang menggambarkan ragam budaya dan keanekaragaman hayati nusantara.

Salah satu ikon ayam lokal adalah ayam kampung. Ayam ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dengan cara pemeliharaan yang tradisional, ayam kampung menawarkan daging yang lebih gurih dan tekstur yang khas. Keunggulan rasa ini membuat ayam kampung selalu digemari, tidak hanya sebagai santapan keluarga, tetapi juga sebagai bagian dari hidangan tradisional di berbagai daerah.

Ayam Cemani menyuguhkan pesona unik dengan warna hitam legam yang menyelubungi seluruh tubuhnya. Asal usulnya yang berasal dari Jawa Tengah menambah nilai mistis serta kultural, menjadikannya simbol keunikan dan kekayaan genetika. Ayam Cemani sering kali muncul dalam berbagai cerita rakyat dan bahkan dihubungkan dengan aspek spiritual dalam budaya lokal.

Baca Juga: Ayam Bangkok Wangkas, si Merah Pemilik Mental Juara

Ayam pelung dan ayam kedu turut menorehkan prestasi di ranah peternakan. Ayam pelung, yang terkenal dengan suara kokoknya yang merdu, kerap dijadikan incaran dalam kompetisi ayam aduan sekaligus dinikmati sebagai hidangan istimewa. Sementara ayam kedu, dengan varian warnanya yang beragam, menunjukkan keunggulan baik dalam produksi telur maupun daging. Kedua jenis ayam ini menggambarkan inovasi lokal dalam mengelola potensi peternakan.

Lebih jauh terdapat pula ayam nunukan, ayam gaok, ayam ciparage, ayam buras, ayam sentul, dan ayam merawang. Masing-masing jenis memiliki ciri khas yang unik—mulai dari ketangguhan menghadapi kondisi lingkungan ekstrem, suara kokok yang khas, hingga produktivitas telur yang tinggi. Keberagaman ini tidak hanya memperkaya kuliner nusantara, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi peternak lokal melalui pemeliharaan dan pemasaran produk unggulan.

Keanekaragaman ayam asli Indonesia merupakan bukti nyata warisan budaya dan tradisi peternakan yang patut dilestarikan. Dalam era globalisasi, menjaga identitas ayam lokal menjadi salah satu upaya mempertahankan kekayaan alam serta budaya nusantara. Dengan dukungan riset dan inovasi dalam peternakan tradisional, masa depan ayam asli Indonesia pun semakin menjanjikan untuk terus menjadi inspirasi dan sumber kebanggaan bagi bangsa.

Editor : Puspitorini Dian Hartanti
#indonesia #Ayam bangkok #ayam #buras