JP Radar Kediri - Opor ayam adalah hidangan khas Indonesia yang sangat disukai, terutama saat Idul Fitri, karena rasanya yang gurih dan lezat.
Tetapi apakah benar memanaskan opor ayam berulang kali dapat menyebabkan penyakit?
Makanan yang dipanaskan berulang kali, seperti opor ayam, dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri. Zona bahaya di mana bakteri seperti Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus dapat berkembang biak dengan cepat pada suhu antara 5°C hingga 60°C.
Bakteri dapat bertahan dan berkembang biak dalam opor ayam yang dipanaskan dan didinginkan berulang kali, menyebabkan keracunan makanan.
Berulang kali memanaskan opor ayam juga dapat mengurangi nilai gizinya.
Baca Juga: Resep Kue Lebaran Bangkit Susu, Renyah dan Lumer Di Mulut, Dijamin Enak
Kandungan vitamin dan mineral dalam opor ayam dapat rusak karena pemanasan berulang kali. Selain itu, lemak dalam santan yang digunakan dalam opor dapat teroksidasi, menghasilkan senyawa berbahaya yang dapat menyebabkan kanker dan penyakit jantung.
Pemanasan berulang kali juga dapat mengubah struktur protein opor ayam, yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Protein yang terdenaturasi ini dapat berubah menjadi alergen baru yang menyebabkan gejala seperti ruam kulit, sesak napas, dan masalah pencernaan.
Baca Juga: Resep Kacang Coklat, Camilan Praktis Cocok Dihidangkan untuk Lebaran
Berikut beberapa saran cara untuk menyimpan opor sisa.
- Simpan opor ayam dalam porsi kecil. Jadi, untuk memanaskan akan lebih efisien dan singkat.
- Simpan opor ayam pada tempat yang tertutup agar tidak ada kontaminasi bakteri dari udara.
- Opor ayam harus dipanaskan secara merata hingga mencapai suhu minimal 75°C untuk membunuh bakteri yang mungkin ada.
- Hindari memanaskan opor ayam lebih dari satu kali. Kalau mempunyai sisa makanan, lebih baik untuk dimakan pada keadaan dingin. Atau, jika memungkinkan, panaskan makanan hanya satu kali saja.
- Ketika opor telah matang dimasak, langsung simpan di kulkas dalam keadaan suhu ruang.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira