JP Radar Kediri - Jepang dikenal dengan berbagai budaya dan tradisinya yang menarik. Mulai dari rumah, pakaian hingga penataan tamannya pun menjadi ciri khas tersendiri yang banyak menarik perhatian khalayak.
Taman zen atau gen garden menjadi salah satu yang terkenal dari jepang. Menurut catatan sejarah, konsep taman zen, atau taman batu Jepang ini diciptakan oleh biksu Buddha Zen pada abad ke-6 sebagai media meditasi.
Maka tak heran jika konsep yang ditawarkan oleh taman zen ini adalah nuansa tenang dan nyaman. Sehingga cocok untuk kamu yang ingin nuansa rumah nyaman atau bisa jadi tempat yang cocok untuk meditasi.
Selain itu, taman zen juga cocok untuk kamu yang tak memiliki lahan luas. Karena konsep ini mudah diterapkan pada ruang minimalis.
Pada dasarnya, taman ini menganut tiga prinsip khusus yang khas. Taman Zen mengedepankan konsep kealamian (Shizen), kesederhanaan (Kanso), dan penghematan (Koko). Ketiga prinsip tersebut melahirkan desain yang menekankan keseimbangan, kenyamanan, dan ketelitian.
Berdasarkan prinsip itulah, jika kamu ingin membuat taman zen. Maka kamu perlu menyiapkan beberapa material khusus.
Ada tiga material utama yang digunakan, yakni media tanam berbagai ukuran, pasir, dan kerikil.
Kamu bisa menaburkan pasir dan kerikil hingga menutupi area taman. Nah, untuk penatannya tak bisa sembarangan. Buatlah pola spiral atau bergelombang yang mewakili laut.
Pola-pola ini jadi kunci penting untuk menciptakan nuansa tenang di taman. Pola ini juga yang dipercaya membantu menenangkan dan menjernihkan pikiran.
Elemen penting lainnya adalah batu. Beberapa batu berbagai bentuk melambangkan elemen alam. Seperti batu tegak yang mewakili pohon, batu datar melambangkan air, dan batu melengkung yang melambangkan api.
Untuk desainnya, kamu dapat mencoba tata letak yang berbeda sesuai keinginan, agar menghasilkan elemen alami yang diharapkan.
Selain itu kamu juga bisa meanmbhakan elemen lain seperti rumput atau lumut yang menambah kesan asri pada taman zen.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah