Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Unik ! Burung Air Ini punya Kemampuan Istimewa, Apa itu?

Nakula Agi Sada • Senin, 24 Februari 2025 | 05:34 WIB

Photo
Photo

Pelikan adalah salah satu burung air yang dikenal dengan kemampuan menyelamnya yang
luar biasa. Salah satu keahlian unik pelikan adalah kemampuannya menahan napas hingga
20 menit saat berada di bawah air.
Kemampuan ini menjadi kunci keberhasilan mereka dalam berburu ikan, makanan utama mereka.
Namun, apa sebenarnya yang membuat
pelikan mampu melakukan hal tersebut? Berikut adalah penjelasan terperinci mengenai
adaptasi luar biasa burung ini.
Salah satu alasan utama pelikan dapat menahan napas begitu lama adalah struktur
paru-parunya yang sangat efisien.

Paru-paru burung secara umum lebih canggih
dibandingkan mamalia karena memiliki sistem pertukaran udara satu arah.

Pada pelikan, sistem ini memungkinkan oksigen diserap secara maksimal setiap kali mereka bernapas, sehingga tubuh mereka memiliki cukup cadangan oksigen sebelum menyelam.
Selain paru-paru, pelikan juga memiliki kantong udara yang tersebar di seluruh tubuhnya.

Kantong udara ini berfungsi sebagai cadangan oksigen tambahan selama penyelaman.
Ketika mereka berada di bawah air, kantong udara ini perlahan-lahan melepaskan oksigen
ke dalam aliran darah, membantu mereka tetap bernapas tanpa harus kembali ke
permukaan.
Limpa pelikan memiliki ukuran yang relatif besar dibandingkan burung lainnya.

Organ ini berfungsi sebagai penyimpan sel darah merah kaya oksigen.

Saat menyelam, limpa melepaskan sel-sel darah merah tersebut ke dalam sistem peredaran darah, memastikan tubuh tetap mendapatkan pasokan oksigen meskipun tidak ada udara segar yang masuk.
Sebelum menyelam, pelikan sering kali mengambil napas dalam-dalam untuk mengisi
paru-paru dan kantong udaranya dengan oksigen sebanyak mungkin.
Teknik ini mirip dengan hiperventilasi pada manusia, yang membantu mengurangi kadar karbon dioksida dalam tubuh.
Dengan kadar karbon dioksida yang rendah, dorongan untuk bernapas kembali dapat ditunda lebih lama.
Ketika berada di bawah air, pelikan mampu menurunkan laju metabolisme tubuhnya secara
signifikan.
Dengan metabolisme yang melambat, kebutuhan tubuh akan oksigen juga
berkurang. Hal ini memungkinkan mereka untuk bertahan lebih lama tanpa harus kembali ke
permukaan untuk bernapas.

Pelikan memiliki kemampuan untuk mengalihkan aliran darah hanya ke organ-organ vital
seperti otak dan jantung selama menyelam. Dengan cara ini, oksigen yang tersedia
digunakan secara efisien untuk mendukung fungsi tubuh yang paling penting, sementara
organ lain seperti otot menerima pasokan oksigen yang lebih sedikit.

Saat menyelam hingga kedalaman tertentu, tekanan air meningkat secara signifikan.

Pelikan telah beradaptasi dengan struktur tubuh yang fleksibel sehingga organ-organ internalnya
tidak rusak akibat tekanan tersebut.
Hal ini memungkinkan mereka menyelam lebih dalamtanpa mengalami gangguan fungsi tubuh.
Kemampuan menahan napas tidak hanya bergantung pada adaptasi pernapasan tetapi juga pada efisiensi berburu mereka di bawah air. Pelikan memiliki penglihatan tajam yang
memungkinkan mereka mendeteksi ikan dengan cepat meskipun berada di bawah
permukaan air.
Baca Juga: Mitos Timbunan Tanah dari Jasad Dasamuka Jadi Cikal Bakal Gunung Ungaran
Dengan berburu secara cepat dan efisien, mereka tidak perlu menghabiskan
terlalu banyak waktu di bawah air.
Kemampuan pelikan menahan napas juga merupakan hasil dari kombinasi adaptasi alami
dan pengalaman berburu mereka selama hidupnya.
Seiring waktu, pelikan belajar
meningkatkan efisiensi berburu dan menyelam melalui latihan dan kebiasaan sehari-hari,
menjadikan mereka penyelam ulung di dunia burung air.
Dengan semua adaptasi luar biasa ini, pelikan mampu melakukan sesuatu yang tampaknya
mustahil bagi banyak spesies burung lainnya menyelam dalam waktu lama sambil tetap
menjaga efisiensi tubuhnya.
Keahlian ini tidak hanya menjadikan pelikan predator tangguh di habitat perairan tetapi juga salah satu burung paling menarik untuk dipelajari lebih lanjut!

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #satwa #burung pelikan #berita kediri hari ini #informasi #fauna