JP Radar Kediri – Dalam Islam, hubungan suami istri bukan sekadar ikatan lahiriah, tetapi juga ikatan spiritual yang memiliki nilai ibadah. Salah satu bentuk ibadah yang sering dilupakan namun sangat besar pahalanya adalah menyenangkan hati istri.
Bagi seorang suami, membahagiakan istri bukan hanya menunjukkan kasih sayang, tetapi juga menjadi jalan menuju ridha Allah.
Pertama, perintah untuk berlaku baik kepada istri. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa: 19).
Ayat ini menegaskan bahwa suami diwajibkan memperlakukan istri dengan baik, termasuk dalam hal emosional, seperti menyenangkan hatinya, membuatnya tersenyum, dan menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis.
Kedua, teladan dari Rasulullah SAW. Rasulullah SAW dikenal sebagai suami yang paling lembut dan romantis terhadap istri-istrinya. Beliau sering membantu pekerjaan rumah, bercanda, memanggil istri dengan panggilan manis, dan mendengarkan keluh kesah mereka.
Dalam sebuah hadits disebutkan, "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku." (HR. Tirmidzi).
Ini menjadi teladan bahwa menyenangkan istri adalah akhlak yang sangat mulia dan berpahala besar.
Adapun bentuk-bentuk menyenangkan istri yang bernilai pahala. Pertama, ucapan lembut dan pujian. Ucapan yang menyenangkan, seperti pujian atau ungkapan cinta, dapat mempererat hubungan. Rasulullah SAW sendiri sering memuji istri-istrinya dengan kata-kata lembut.
Kedua, memberikan hadiah. Meskipun kecil, hadiah memiliki dampak besar dalam membahagiakan hati istri. Dalam Islam, memberi hadiah sangat dianjurkan karena dapat mempererat kasih sayang (HR. Bukhari).
Ketiga, mendengarkan dan menjadi teman curhat. Mendengarkan istri bercerita dan memberikan perhatian menunjukkan rasa peduli dan kasih sayang, yang termasuk dalam bentuk muamalah baik.
Keempat, membantu pekerjaan rumah. Rasulullah SAW juga biasa membantu pekerjaan rumah tangga, dan ini bukan hanya membantu, tetapi bentuk kasih sayang yang berpahala.
Kelima, memberi nafkah dengan ikhlas. Setiap nafkah yang diberikan kepada istri, bahkan seteguk air, akan menjadi pahala jika dilakukan dengan niat yang baik.
"Jika seorang Muslim memberi nafkah kepada keluarganya dengan mengharap pahala dari Allah, maka itu adalah sedekah baginya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam menyenangkan istri tidak hanya mendatangkan cinta, tetapi juga mengundang keberkahan rumah tangga dan pahala yang terus mengalir. Ketika suami membahagiakan istri, rumah menjadi tempat yang damai dan penuh cinta dan itu adalah bagian dari sunnah Rasul.
Selain itu, suami yang menjaga hati dan perasaan istrinya akan semakin dekat dengan ridha Allah. Dalam hadits lain disebutkan bahwa keridhaan istri termasuk kunci keharmonisan rumah tangga, dan rumah tangga yang harmonis merupakan bagian dari kebahagiaan dunia yang dijanjikan Allah.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah