Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Sahabat Rasul: Kisah Dzuljannah, Kuda Kesayangan Sayyidina Husain bin Ali

Ilmidza Amalia Nadzira • Minggu, 16 Maret 2025 | 23:59 WIB
Kisah Dzuljannah, Kuda Kesayangan Sayyidina Husain bin Ali
Kisah Dzuljannah, Kuda Kesayangan Sayyidina Husain bin Ali

JP Radar Kediri – Sayyidina Husain bin Ali merupakan anak laki-laki Fatimah dan Ali bin Abi Thalib. Beliau merupakan salah satu cucu kesayangan Rasulullah.

Husain memiliki kuda kesayangan bernama Dzuljannah. Husain mendapatkan kuda putih ini ketika beliau masih kecil.

Dzuljannah meruakan kuda putih yang memiliki perawakan gagah dan otot yang kuat. Kuda ini memiliki suara ringkikan yang kencang.

Sebelumnya Dzuljannah bernama Murtajiz dan merupakan kuda milik salah satu sahabat Rasulullah yaitu Haris. Sayyidina Husain memberinya nama Dzuljannah karena suara ringkikannya yang nyaring dan merdu.

Pada kala itu Rasulullah mengajak Husain untuk pergi ke rumah sahabatnya yang bernama Haris tersebut. Disana Husain selalu memperhatikan kuda putih kecil yang berada pada kandangnya.

Melihat hal tersebut Rasulullah pun bertanya, “Husein ku sayang, apakah kamu ingin menaiki kuda tersebut?”

“Ya kakek, aku mau,” jawab Husain dengan penuh antusias. Rasulullah pun meminta Haris untuk memasangkan pelana pada Dzauljannah.

Setelahnya Husain pun mendekati Dzuljannah. Tanpa diduga Dzuljannah menunduk dan menekuk keempat kakinya seolah-olah ingin mempermudah Husain menaikinya.

Para sahabat tersenyum takjub dan senang melihat pemandangan tersebut. Melihat keakraban antara Dzuljannah dan Husain, Rasulullah akhirnya membeli Dzuljannah dan memberikannya pada Husain.

Ketika Rasulullah memperhatikan bagaimana Husain menunggangi Dzuljannah tiba-tiba saja beliau menangis. Melihat hal tersebut salah seorang sahabat pun bertanya,

“Hari ini adalah suasana gembira, melihat cucu Engkau berada diatas punggung kuda, tapi mengapa Engkau menangis ya Rasul?”

Kemudian Rasulullah pun menjawab, “Kalian tidak akan membayangakan apa yang telah aku lihat, adegan itu sangat jelas di depan mataku. Ketika, Murtajiz yang anggun ini telah memanggul cucu tersayangku di punggungnya dengan hati-hati dengan menekuk keempat kakinya.”

“Kelak, akan datang waktunya ketika cucuku tidak akan mampu menjaga dirinya diatas pelana, karena kondisinya yang terluka parah. Dan Mutajiz yang sangat anggun ini akan menurunkan cucuku di atas gurun pasir yang membakar padang Karbala dengan perhatian yang sama.
Yaitu dengan menekuk keempat kakinya dan duduk di tanah, seperti yang baru kalian lihat.”

Mendengar jawab Rasulullah paea sahabat pun ikut menangis. Mereka tak menyangka bahwa kelak Dzuljannah akan berpisah dengan Husain dengan cara yang begitu tragis.

Pada saat Sayyidina Husain berumur 55 tahun, beliau berperang di Karbala melawan pasukan Yazid bin Muawiyah dari Dinasti Umayyah.

Sayyidina Husain menerima serangan dari berbagai sisi hingga membuatnya tersungkur dan jatuh. Dzuljannah berlari kecil mengitari Husain, berusaha melindungi tuannya dari serangan tersebut.

Ia mengusapkan kepalanya pada kepala Husain yang bersimbah darah seoah-olah berusaha membangkitkan tuannya dan memberinya semangat untuk berjuang bersama.

Dengan suara yang lemah Husain berkata, “Pergilah Dzuljannah, kuda kesayanganku. sampaikan kepada istri dan anakku, bahwa aku menyayangi mereka dan umat Islam.”

Mendengar hal itu Dzuljannah mengikik dengan keras. Suaranya sarat akan kesedihan yang dalam. Dzuljannah pun berlari sekencang mungkin meskipun dengan berbagai luka yang ada di tubuhnya.

Ia kemudian menuju ke tenda perempuan, menemui keluarga dan anak Sayyidina Husein. Setelah itu, Dzuljannah tidak pernah terlihat lagi.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Kisah sahabat Rasulullah #radar kediri #jawa pos radar kediri #berita hari ini #kuda putih #Hasan dan Husein #sejarah #Rasulullah SAW #kuda