Ular Cincin Emas, Si Hitam Kuning yang Cantik tapi Perlu Diwaspadai

Nakula Agi Sada • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 10:48 WIB
Ular cincin emas
Ular cincin emas

Pernahkah kamu sedang berjalan di sekitar area hutan atau sungai lalu melihat kilatan warna hitam dan kuning yang sangat mencolok di atas dahan pohon? Warna kontras yang elegan itu biasanya milik ular cincin emas, salah satu reptil paling memesona yang ada di Indonesia.

Bagi para pencinta reptil maupun orang awam, ular yang satu ini selalu berhasil mencuri perhatian. Kombinasi warna tubuhnya menyerupai perhiasan mewah, membuat siapa saja yang melihatnya bakal berdecak kagum sekaligus merasa sedikit was-was.

Di dunia internasional, ular ini lebih populer dengan nama mangrove snake atau memiliki nama ilmiah Boiga dendrophila. Penamaan ini tidak lepas dari kebiasaan hidupnya yang sangat menyukai area lembap seperti hutan bakau dan pepohonan di tepi sungai.

Baca Juga: Ular Kukri, Si Kecil Berpredikat Pemilik "Gigi Pisau"

Jika diperhatikan secara teliti, tampilan fisiknya benar-benar ikonik. Tubuh bagian atasnya didominasi warna hitam pekat yang mengkilap, dipadukan dengan lingkaran garis-garis kuning terang dari leher hingga ujung ekornya yang terlihat seperti cincin.

Soal ukuran tubuh, ular cincin emas bukanlah jenis ular kecil yang bisa dianggap sepele. Saat sudah dewasa, panjang tubuhnya bisa mencapai sekitar 1,8 hingga 2,4 meter, menjadikannya salah satu spesies terbesar di keluarganya.

Lantas, apakah ular dengan penampilan mencolok ini berbahaya bagi manusia? Secara medis, ular ini masuk dalam kategori berbisa sedang dengan tipe taring belakang (rear-fanged), yang berarti lokasi taring berbisanya berada di bagian belakang rahang atas.

Baca Juga: Ular Weling Gunung: Si Merah Hitam Berbisa dari Hutan Dataran Tinggi

Efek gigitannya memang tidak mematikan bagi manusia dewasa yang sehat, tetapi bukan berarti bisa diremehkan. Gigitannya tetap bisa memicu pembengkakan yang lumayan nyeri, rasa panas, hingga reaksi lokal pada area kulit yang tergigit.

Mengenai gaya hidupnya, ular cincin emas adalah hewan nokturnal sejati yang baru aktif bergerak mencari makan setelah matahari terbenam. Pada siang hari, mereka lebih memilih meringkuk santai di atas dahan pohon yang rindang untuk beristirahat.

Sebagai pemangsa yang tangkas di atas pohon, menu makanan ular ini cukup bervariasi. Mereka biasa berburu burung kecil, mamalia seperti tikus, kadal, katak, bahkan tidak menolak jika menemukan telur di sarang burung.

Baca Juga: Warga Campurejo Kediri Temukan Ular King Cobra di Almari, Ini Kronologinya!

Di Indonesia sendiri, penyebaran ular cantik ini terbilang cukup luas dan mudah ditemukan di berbagai pulau besar. Kamu bisa menjumpai populasi mereka mulai dari kawasan Sumatra, Jawa, Kalimantan, hingga wilayah Sulawesi.

Soal karakter dan kepribadian, ular cincin emas dikenal memiliki sifat defensif yang cukup tinggi saat merasa terancam. Jika ada yang mencoba mengganggunya, ia akan menggelembungkan leher dan membuka mulutnya lebar-lebar sebagai wujud peringatan awal.

Baca Juga: Semua Perlu Tahu, Ini Perbedaan Ular Weling dan Welang

Mengenali dan memahami karakter ular cincin emas membuat kita belajar untuk lebih menghargai keberadaan mereka di alam liar. Jika kamu kebetulan berpapasan dengannya saat beraktivitas di luar ruangan, langkah terbaik adalah menikmati keindahannya dari jarak aman tanpa perlu mengganggunya.(*)

Editor : Mahfud
snake cincin ular emas